- gunakan jalur resmi (bukan informal saja),
- hindari konfrontasi pribadi tanpa saksi untuk kasus berat,
- simpan semua komunikasi,
- jika perlu, minta pendamping.
- Untuk posisi pimpinan / manajerial
Kalau kamu bukan korban tapi melihat pelanggaran, jangan bersikap netral. Netral sering berarti membiarkan. Kalukan langkah:
- hentikan perilaku saat itu juga,
- tegaskan standar,
- dorong pelaporan,
- pastikan tidak ada victim blaming.
- Hal yang sebaiknya dihindari
- Menganggap tindakan atau perilaku yang melanggar prinisp ruang aman bagi Perempuan adalah “hali biasa di kantor”.
- Menyelesaikan kasus berat secara informal.
- Menyalahkan diri sendiri.
- Menunda terlalu lama tanpa dokumentasi.
Intinya, ketika kamu menemui atau menghadapi pelanggaran seperti ini, urut-urutannya adalah sadar (bahwa hal tersebut melanggar), lalu tegaskan (kepada pelaku) bahwa hak tersebut melanggar, lakukan pencatatan terkait pelanggaran ini, cari dukungan, laporkan kepada pihak yang berwenang ( di kantor), serta lindungi diri kamu supaya terhindar dari retaliasi. ***
Artikel Terkait
Apa Sebenarnya Toilet Gender Netral, yang Disebut Daniel Mananta Ada di Sekolah Internasional?
Kesenjangan Upah Berbasis Gender Di Singapura Mengecil, Perempuan Makin Berpeluang Jadi Pemimpin
Pelecehan Seksual Bisa Terjadi Di Mana Saja, Termasuk di Kantor. Jika Hal Itu Terjadi, Ini Yang Harus Kamu Lakukan.
Bahayanya Jika Pimpinan Perusahaan Tidak Mengakui Ketidaksetaraan Gender di Tempat Kerja
Mid-Career Drop Lebih Sering Terjadi pada Perempuan. Begini Cara Menanganinya dengan Baik!
Usulan Gerbong Perempuan di Tengah KRL Muncul Usai Tragedi Bekasi