8 Langkah Wajib Dilakukan Untuk Menghadapi & Merespon Pelanggaran Prinsip Ruang Aman Bagi Perempuan di Kantor

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Minggu, 3 Mei 2026 | 14:05 WIB
Cari dukungan rekan kerja yang bisa dipercaya atau petugas di kantor yang  ditunjuk ketika menghadapi & merespon pelanggaran terhadap prinsip ruang aman bagi perempuan di kantor. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Cari dukungan rekan kerja yang bisa dipercaya atau petugas di kantor yang ditunjuk ketika menghadapi & merespon pelanggaran terhadap prinsip ruang aman bagi perempuan di kantor. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com - Ruang aman bagi perempuan di kantor itu mutlak adanya. Ruang aman bagi perempuan di kantor itu mencakup keamanan fisik, psikologis, sosial, dan struktural.

Secara filosofis, ruang aman bagi perempuan di kantor itu menegaskan bahwa tempat kerja itu bukan hanya tempat produksi. Tempat kerja atau kantor adalah juga sebagai ruang sosial yang harus menjaga martabat manusia.

Kasus-kasus pelecehan seksual, intimidasi, atau kekerasan terhadap perempuan di kantor masih saja ditemui. Belum lagi suara perempuan yang kadang diremehkan hanya karena status jenis kelaminnya.

Ruang aman bagi Perempuan ini juga bisa terkait dengan fasilitas-fasilitas kantor yang mendukung kodrat Perempuan, misal ada atau tidaknya ruang khusus untuk laktasi di mana ibu-ibu menyusui bisa pumping dengan aman dan nyaman.

Ruang aman bagi perempuan di kantor itu pada prinsipnya harus bisa menjamin keamanan perempuan secara fisik, psikis, dan adil secara sistematis. Jadi ketika terjadi hal-hal yang melanggar prinsip ini, mestinya ada peraturan dan mekanisme yang melindunginya.

Lalu, bagaimana menghadapi serta merespon ketika ada hal yang menyimpang dari prinsip-prinisp ruang aman bagi perampuan?

Baca Juga: Tragedi Bekasi Mengingatkan Kita Betapa Pentingnya Ruang Aman Bagi Perempuan. Ruang Aman Bagi Perempuan di Kantor Seperti Apa?

Berikut ini kerangka respon yang bisa kamu pakai untuk konteks di kantor:

  1. Klasifikasikan situasinya

Klasifikasi ini penting untuk menentukan respons.

Ringan

Ringan bukan berati tak bermasalah, ia tetap saja masalah). Misal:

  • komentar seksis, “candaan” tidak pantas,
  • stereotip gender dalam pembagian tugas.

Sedang:

  • pelecehan verbal berulang,
  • tekanan relasi kuasa (atasan–bawahan).

Berat:

  • pelecehan seksual fisik,
  • intimidasi serius atau ancaman.

Semakin berat klasifikasinya, wajib untuk tidak menyelesaikannya sendirian, harus ada teman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X