"Ketika para pemimpin HR memahami laporan laba rugi, mereka bisa menunjukkan bagaimana keputusan tentang karyawan berdampak langsung pada margin operasional perusahaan," kata Doherty lagi.
Misalnya saja tentang kepuasan karyawan. Riset dari Gallup menemukan, tim yang punya tingkat keterikatan (engagement) tinggi bisa menghasilkan keuntungan 23% lebih tinggi dan produktivitas 18% lebih besar.
Baca Juga: Garap Komedi Horor Pertama Kali, Imam Darto Banyak Memasukkan Adegan Dadakan di 'Gudang Merica'
Angka-angka ini bukan sekadar metrik budaya kerja yang abstrak, tapi berdampak langsung pada nilai keuntungan perusahaan.
Tapi, menguasai data saja belum cukup. Jajaran direksi juga butuh kepastian bahwa data yang disodorkan HR itu akurat dan bisa dipercaya. Di sinilah pentingnya tata kelola data yang bersih untuk membangun kredibilitas.
Masalahnya, laporan dari Deloitte menunjukkan, baru 15% perusahaan yang merasa fungsi analisis karyawannya sudah kuat. Sebagian besar divisi HR saat ini masih bekerja tanpa data yang kuat untuk bisa memengaruhi keputusan di tingkat direksi.
AI mengubah cara kerja HR
Masa depan HR juga akan sangat ditentukan oleh AI. Teknologi ini sudah mulai mengubah cara perusahaan merekrut karyawan, meramal kebutuhan staf di masa depan, hingga menganalisis kenyamanan karyawan saat bekerja.
Pemimpin HR yang malas belajar teknologi bakal tersingkir dari persaingan, begitu kata Doherty.
Baca Juga: 5 Tanda Atasan Kamu Sebenarnya Butuh Pelatihan Leadership untuk Handle Anak Buahnya
"Chief People Officer butuh pemahaman dasar tentang teknologi dan AI. Tanpa pengetahuan itu, bakal susah memandu diskusi tentang rancangan organisasi yang efektif dan bertanggung jawab," ujarnya.
Riset dari firma akuntansi PricewaterhouseCoopers bahkan menunjukkan bahwa 72% bos perusahaan yakin AI bakal mengubah cara perusahaan mereka beroperasi dalam lima tahun ke depan.
Di sinilah Human Resources berperan dalam memastikan bahwa teknologi baru ini sejalan dengan performa manusia dan strategi perusahaan.
So, buat kamu yang sekarang masuk di tim HR, memahami karakter manusia saja sudah nggak cukup. Agar punya pengaruh besar di perusahaan, kamu harus mampu analisis data.
Artikel Terkait
Contoh Jawaban dalam Bahasa Inggris ketika Ditanya, 'Kapan Bisa Mulai Bekerja?' usai Wawancara Kerja
Sempat Sepi Peminat, Gimana Sih Cara Mengajukan Permohonan Global Citizenship of Indonesia?
Dokumen Persyaratan bagi Eks WNI yang Ingin Mengajukan Visa Global Citizenship of Indonesia
Pemerintah Australia Menghentikan Pendaftaran Kampus Swasta untuk Mahasiswa Internasional
Bukan Cuma Dark Chocolate, Ini 8 Makanan yang Bisa Bantu Redakan Stres
LRT Jakarta Buka LowonganKerja Jadi Passenger Service Agent, Simak Kualifikasinya
Kamu Alami Plateau atau Performa Lari Stagnan Meskipun Sudah Rutin Latihan? Begini Penjelasannya!