Job Scams Semakin Marak dan Sulit Dideteksi, Ini Ciri-ciri yang Bikin Gen Z Mudah Jadi Korban

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 23 Juni 2026 | 14:55 WIB
Ilustrasi: Sekitar 32% dari anak-anak Gen Z mengaku pernah menjadi korban penipuan lowongan kerja. (Freepik)
Ilustrasi: Sekitar 32% dari anak-anak Gen Z mengaku pernah menjadi korban penipuan lowongan kerja. (Freepik)

Penyalahgunaan AI. Penipu sekarang juga pakai AI untuk meniru identitas perusahaan asli secara sempurna, lengkap dengan logo perusahaan dan domain email yang terlihat resmi. 

Proses wawancara yang janggal. Wawancara kerja sering dilakukan hanya melalui pesan teks atau chat (misalnya di platform seperti Teams), tanpa memperlihatkan nama atau wajah pewawancara. 

Baca Juga: Kawal Karyawan Pabrik Nike yang Dirumahkan, Ini Langkah Mitigasi yang Dijalankan Pemerintah

Iming-iming pekerjaan ringan tapi gaji besar. Penipu kerap mengiming-imingi gaji di atas rata-rata pasar, jam kerja fleksibel, dan fasilitas mewah, namun deskripsi pekerjaannya sendiri nggak jelas. 

Pelamar mudah sekali diterima kerja. Ciri-ciri job scam yang juga gampang dikenali adalah, proses seleksinya berjalan tidak wajar. Pelaku seringkali langsung memberikan keputusan atau tawaran kerja hanya satu hari setelah wawancara dilakukan. 

Modus pengambilan data dan uang. Ini yang gong banget. Korban biasanya digiring untuk membayar sejumlah uang dengan alasan biaya pemeriksaan latar belakang (background check) atau diminta memberikan detail rekening bank sebelum resmi bekerja. 

Penyusupan malware. Penipuan lowongan kerja sering kali menyertakan tautan (link) berbahaya atau lampiran file yang sudah ditanami program jahat (malware). 

Realitas pasar kerja yang melelahkan

Kalau kita harus menghadapi situasi seperti ini, rasanya pasti menguras emosi dan menurunkan rasa percaya diri. Para penipu memang akan menjanjikan banyak hal pada calon korbannya. Pihak perekrut yang asli tidak akan pernah meminta informasi pribadi yang bersifat rahasia atau meminta-minta uang.

Baca Juga: Siap-Siap 2026 ini Karir Nggak Harus Kantoran, Yuk Kenalan Sama Profesi New Blue-Collar yang Cuannya Nggak Main-Main

Dan, jangan kaget, job scam juga mulai ada di platform besar seperti LinkedIn atau Indeed, sehingga banyak pencari kerja mulai meninggalkan platform-platform tersebut.

Mereka mencari pekerjaan dengan metode pencarian yang lebih aman, seperti forum lokal atau platform kampus yang sudah diverifikasi ketat.

Kuncinya sebenarnya ada pada kendali diri kita sendiri, usahakan untuk tetap teratur mencatat lamaran yang dikirim, selalu riset mendalam, dan jangan mudah tergiur tawaran yang instan. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Guardian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X