PejuangKantoran.com - Dua hari libur dalam seminggu seharusnya menjadi waktu untuk beristirahat.
Namun, bagi banyak pekerja modern, weekend justru terasa semakin singkat. Jumat sore sudah mulai memikirkan pekerjaan yang belum selesai, Sabtu digunakan untuk berbagai urusan pribadi, sementara Minggu malam muncul kecemasan menghadapi Senin.
Setelah sekitar satu abad pola lima hari kerja dan dua hari libur menjadi standar, muncul pertanyaan baru: apakah weekend dua hari masih cukup?
Ketika Weekend Tidak Lagi Benar-Benar Libur
Teknologi membuat kehidupan kerja menjadi jauh lebih fleksibel. Namun, fleksibilitas tersebut memiliki sisi lain.
Laptop dan smartphone memungkinkan seseorang bekerja hampir dari mana saja. Email kantor bisa masuk saat sedang makan malam, pesan dari atasan dapat muncul pada Minggu sore, dan pekerjaan yang sebenarnya bisa menunggu sampai Senin sering kali tetap dikerjakan pada akhir pekan.
Baca Juga: Spider-Man: Brand New Day Bikin Tom Holland Masuk Deretan Aktor dengan Penghasilan 0 Juta!
Akibatnya, batas antara waktu kerja dan waktu pribadi semakin kabur.
Bahkan, fenomena kerja hybrid memunculkan istilah seperti “Skiveday Friday”, ketika Jumat bagi sebagian pekerja remote berubah menjadi hari kerja dengan produktivitas yang lebih rendah karena perhatian sudah mulai beralih ke akhir pekan.
Menariknya, perubahan cara bekerja juga membuat weekend seolah-olah mulai melebar.
Bagi sebagian pekerja, Jumat sore sudah tidak lagi terasa seperti hari kerja penuh. Mereka mulai mengurangi aktivitas pekerjaan, menyelesaikan tugas-tugas ringan, atau bekerja dari rumah.
Di sisi lain, Sabtu dan Minggu juga tidak sepenuhnya bebas dari pekerjaan.
Hasilnya agak ironis: weekend terasa semakin panjang, tetapi waktu benar-benar istirahat justru belum tentu bertambah.
Baca Juga: Perdana Jadi Sutradara di Harusnya Horror, Reza Arap Gelar Bootcamp Khusus buat Geng AAA Clan
Pertanyaannya Bukan Lagi “Berapa Lama Kita Bekerja?”
Perubahan ini sebenarnya meneruskan perdebatan yang sudah berlangsung sejak awal abad ke-20.
Artikel Terkait
Mengapa Pengajuan Izin WFH Sering Ditolak Atasan? Begini Cara Bikin Si Bos Bilang 'Yes!'
Ini Penyebab Pipis Berwana Merah Setelah Olah Raga Intensif
9 Contoh Email Pengajuan Izin WFH dalam Bahasa Inggris yang Disesuaikan Kebutuhan Kamu
5 Karakteristik Yang Bisa Menjadikan Portable Proof Kamu Bakal Dilirik Rekruter
3 Prinsip agar Meeting Jadi Lebih Terarah dan Tidak Membuang Waktu: Goals, Rules, dan Soul
Daftar 15 Pekerjaan Unik Berikut Gajinya, Ada Yang Dibayar Untuk Tidur!
Sikap Defensif Tidak Baik Bagi Organisasi. Berikut 8 Penyebab dan Bahayanya Bagi Organisasi.
Burnout Bukan Cuma Karena Kerja: Begini Cara Lifestyle Modern Menguras Energi di Kota Besar
Pekerja Lapangan Paling Rentan Terpapar Kabut Asap Kebakaran Hutan, Bisakah Mereka WFH?
5 Tanda Red Flags Rekrutmen: Tanda Budaya Kerja Toxic yang Dihindari Gen Z, Buat Jadi Perhatian Tim HR