Mengapa Perusahaan Melakukan PHK Jarak Jauh Ketika Karyawan Sedang Bekerja dari Rumah?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 10 April 2023 | 12:59 WIB
Ilustrasi: Apa alasan perusahaan melakukan remote layoff atau PHK jarak jauh akhir-akhir ini? (Freepik/Drazen Zigic)
Ilustrasi: Apa alasan perusahaan melakukan remote layoff atau PHK jarak jauh akhir-akhir ini? (Freepik/Drazen Zigic)

PejuangKantoran.com - Dalam film-film Hollywood sering digambarkan bagaimana orang yang dipecat dari pekerjaannya lalu langsung memasukkan barang-barang pribadi ke dalam kardus, dan beringsut meninggalkan kantor.

Dalam kehidupan sebenarnya, karyawan mungkin akan menerima one month notice sebelum benar-benar berhenti bekerja. Kecuali, kalau mereka diberhentikan karena melakukan kesalahan berat.

Baca Juga: 6 Strategi Agar Karyawan Aman dari Kemungkinan Terkena PHK Besar-besaran

Fast forward ke sistem kerja WFH atau hybrid, karyawan mungkin akan bangun dari tempat tidur dan menemukan email pemberitahuan yang menyatakan bahwa ia tidak perlu kembali ke kantor. Itulah yang disebut sebagai remote layoff atau PHK jarak jauh

PHK yang terus terjadi karena meroketnya suku bunga, ketakutan akan resesi, dan kelebihan rekrutmen selama pandemi, membuat semakin banyak perusahaan yang mendorong orang untuk WFH ketika mereka mengumumkan PHK.

PepsiCo dilaporkan melakukan hal tersebut ketika melakukan PHK tahun lalu. Begitu pula Google, ketika pada Januari memberhentikan 12.000 karyawan melalui email, memaksa karyawan menerima berita yang sulit tersebut ketika bekerja dari rumah.

Awal minggu lalu, McDonald's memberitahu beberapa staf perusahaannya di Amerika dan di jaringan internasionalnya untuk bekerja dari rBaca Juga: Bagi Tim HR, PHK Massal Adalah Proses yang Memakan Waktu dan Sarat Emosi umah selama tiga hari, sehingga mereka bisa menyampaikan PHK jarak jauh.

Inilah era PHK jarak jauh, di mana bos-bos yang sebelumnya meminta karyawan kembali WFO selama beberapa hari dalam seminggu, ternyata mengharapkan mereka bekerja dari rumah saat kantor harus mengumumkan PHK.

Sepertinya ini taktik untuk menyelamatkan muka, atau menghindari rasa tidak nyaman saat mem-PHK karyawan. Namun Peter Cappelli, profesor manajemen UPenn Wharton School, mengatakan bahwa itu mungkin langkah yang lebih baik.

"Kalau Anda pekerja jarak jauh, lalu kami memanggil Anda ke kantor hanya untuk memberhentikan Anda, itu agak kejam kan?" katanya kepada Fortune.

PHK jarak jauh juga dapat membantu karyawan memproses berita buruk itu secara pribadi, dan emosi rumit yang menyertainya.

Sebagian karyawan pasti merasa malu dan sedih ketika keluar dari kantor sambil membawa kotak kardus, diiringi tatapan iba rekan kerja mereka.

Baca Juga: Apple PHK Karyawan, Paling Sedikit di Antara Raksasa Teknologi Lain

Kalau kabar buruk itu diterima saat mereka berada di rumah, setidaknya hal itu bisa membantu meringankan emosi yang dirasakan (walaupun rasa kehilangan pekerjaan tetap tak tergantikan).

"Dulu orang-orang akan dipanggil ke ruang rapat dengan jendela tertutup, dan kemudian harus berjalan kembali ke meja mereka untuk mengambil barang-barang mereka, dan pergi dengan kepala tertunduk," ujar sebuah sumber yang mengetahui keputusan di balik PHK jarak jauh Mcdonald’s.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Fortune

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X