3 Cara Belajar Keterampilan AI untuk Meningkatkan Wawasan dan Peluang Kerja yang Baru

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 21 Juli 2023 | 10:21 WIB
Ilustrasi: Punya keahlian menggunakan AI bisa jadi keuntungan tersendiri buat kamu. (Freepik/Rawpixel)
Ilustrasi: Punya keahlian menggunakan AI bisa jadi keuntungan tersendiri buat kamu. (Freepik/Rawpixel)

PejuangKantoran.com - Kecerdasan buatan adalah keterampilan baru yang sedang viral di pasar kerja. Bahkan mereka yang tidak bekerja di bidang teknologi dapat menggunakannya untuk membuka peluang kerja yang baru.

Amerika memimpin dalam kecerdasan buatan dan pekerjaan AI generatif, menurut data dari platform pencarian kerja global Adzuna.

Banyak peran yang memanfaatkannya di bidang teknologi, seperti software engineer, product designer, deep learning architect, dan data scientist.

Baca Juga: 7 Tanda Pelamar Memakai AI untuk Menyusun Resume, Ini yang Perlu Kamu Lakukan sebagai Rekruter

Tetapi ada banyak posisi non-teknis di tempat kerja, di mana punya keahlian menggunakan AI bisa jadi keuntungan tersendiri buat kamu, kata James Neave, kepala ilmu data Adzuna.

Salah satu posisi yang berkembang pesat tetapi benar-benar kekurangan pelamar yang memenuhi syarat adalah tax manager (manajer pajak).

Perusahaan akuntansi dan konsultan sedang mencari kandidat dengan perpaduan keterampilan keuangan dan AI untuk membuat bisnis mereka lebih efisien menggunakan Large Language Models (LLMs).

Seperti dikutip Blog.algorit.ma, Large Language Models atau Model Bahasa Besar adalah algoritma pembelajaran mendalam (deep learning) yang bisa mengenali, menerjemahkan, memprediksi, dan menghasilkan teks berdasarkan pengetahuan dari kumpulan data besar.

Menurut Adzuna, rata-rata pekerjaan manajer pajak yang menggunakan AI digaji $100.445 per tahun (sekitar Rp1,5 miliar), dan rata-rata pekerjaan yang menggunakan keterampilan tersebut digaji $146.244 per tahun (sekitar Rp2,1 miliar).

Para ahli mengatakan, ada banyak peluang untuk menggunakan AI dalam beberapa pekerjaan seperti layanan pelanggan, penulisan, SDM, pendidikan, dan perawatan kesehatan.

Oleh karena itu, Neave mengatakan sebaiknya karyawan non-teknis juga mempertimbangkan untuk mengambil keterampilan AI dan mempelajari bagaimana hal itu dapat diterapkan pada pekerjaan mereka.

“Ada peluang cemerlang bagi orang-orang yang ingin menggunakan tools ini dan mendapatkan pengalaman,” katanya. “Tiba-tiba, pilihan kerja kamu menjadi sangat luas.”

Baca Juga: Elon Musk Luncurkan xAI, Setelah Sempat Menyebut AI Menimbulkan Risiko Besar bagi Kemanusiaan

Neave mengatakan pekerja generalis bisa membangun keterampilan AI, dan meningkatkan  peluang kerja mereka. Berikut tiga cara belajar keterampilan AI:

1. Pertama, kenali tools AI paling populer

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: CNBC, algorit.ma

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X