PejuangKantoran.com - Entah mengapa, negosiasi cenderung dianggap sebagai keterampilan profesional khusus daripada keterampilan dasar dalam kehidupan.
Itulah salah satu alasan mengapa membeli aset besar seperti rumah atau mobil sangat menegangkan bagi orang-orang biasa karena bernegosiasi adalah hal yang butuh strategi.
Namun, mempelajari negosiasi dan beberapa hal mendasar dalam mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan adalah keterampilan penting yang harus diperoleh.
Baca Juga: 3 Kesalahan dalam Negosiasi Kerja ketika Mendapat Tawaran Kerja yang Diidamkan
Hal itu bisa dimulai dengan mempertimbangkan bahwa kamu menjadi orang pertama yang melakukan penawaran.
Ini disebut dengan efek jangkar (penahan)
Mengapa kamu harus menjadi orang pertama yang melakukan penawaran saat negosiasi gaji?
Semuanya bermuara pada bias psikologis yang disebut penahan. Angka pertama dalam negosiasi menentukan apa yang tampaknya masuk akal di masa depan.
Pada dasarnya itu alasan kamu berharap agar mereka mengutamakan angkanya: kamu ingin tahu bahwa kamu berada pada perkiraan yang tepat. Namun penahan memberi kamu kesempatan untuk membawa mereka masuk dalam keinginanmu.
Tidak apa-apa untuk membuka dengan angka yang tinggi selama kamu mampu memenuhi dua kriteria: kamu sudah melakukan riset untuk mengetahui bahwa ini pertanyaan yang ambisius namun masuk akal mengingat konteks peran tersebut.
Selain itu, kamu bisa menunjukkan berdasarkan pencapaian sebelumnya bahwa kamu sangat berharga.
Bagaimana cara meneliti gaji mengingat jabatan atau industri yang kamu jalani bukanlah pekerjaan yang mudah? Kamu bisa mulai dengan mencarinya secara online.
Baca Juga: Tips Meningkatkan Penghasilan dalam Waktu Singkat, bahkan Tiga Kali Lipat dari Sekarang
Namun informasi terbaik datang langsung dari sumbernya: orang lain di industri yang kamu jalani, yang mengetahui gaji untuk posisi tersebut.
Cara membuat penawaran pertama