3. Membangun hubungan baik dengan staf
Aturan nomor satu untuk menjadi manajer yang baik adalah membangun hubungan baik dengan orang-orang yang bekerja bersama kita, yang tidak melulu berhubungan dengan pekerjaan.
Kamu bisa menjadi manajer “berjalan”, yaitu manajer yang suka berjalan-jalan di tempat usaha untuk mengobrol dengan para staf.
Ketika manajer secara aktif mendengarkan timnya, hal ini akan mendorong komunikasi dan membangun budaya yang lebih baik.
Selain itu, membantu pekerja merasa lebih nyaman mendekatimu jika ada isu-isu penting atau ide hebat yang perlu dibicarakan.
4. Jangan lupakan koneksi
Membangun koneksi juga merupakan kebiasaan yang perlu dilakukan setiap pengusaha. Cara ini membuka pintu, menawarkan ide-ide baru, dan menginspirasi.
Selain membangun koneksi secara tatap muka, kamu juga bisa mencurahkan energi ke dalam bentuk jaringan lain, termasuk di media sosial yang dapat membuka banyak peluang.
Biasakan diri untuk rutin mem-posting perspektif dirimu tentang berbagai masalah di LinkedIn. Postingan ini mendorong pengikut untuk terlibat dengan topik tersebut, yang bisa membuat lebih banyak orang meminta untuk melibatkan dirimu.
Memang membutuhkan waktu dan tenaga untuk melakukan ini, tetapi hasilnya bisa membuka pintu kesempatan baru.
Ini juga layak dilakukan karena lewat media sosial kamu bisa menjangkau ribuan orang dalam hitungan detik daripada mengobrol dengan lima orang dalam satu jam.
5. Tetapkan tujuan dan ucapkan dengan lantang
Tuliskan beberapa hal yang ingin dicapai dalam enam bulan ke depan dan beri tahu semua orang yang bekerja denganmu mengenai hal tersebut. Hal ini akan membuatmu tetap jujur dan termotivasi untuk mencapainya.
Baca Juga: Ini 10 Tandanya Kalau Kamu Seorang yang Pemikir Kritis!
Penting juga untuk meninjau kembali tujuanmu, baik itu tujuan harian yang ada dalam daftar tugas atau tujuan besar yang mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk dicapai.