PejuangKantoran.com - Wawancara kerja adalah poin penting dalam proses perekrutan yang bisa membuatmu menjelaskan kepada perusahaan mengapa kamu menjadi kandidat yang cocok untuk posisi yang kamu lamar.
Namun, terkadang terjadi situasi tidak terduga yang membuatmu tidak dapat hadir pada wawancara yang dijadwalkan sebelumnya.
Jika kamu menjadwalkan ulang wawancara kerja, penting untuk mengikuti prosedur yang benar. Ini agar kamu tetap bisa menunjukkan minatmu pada pekerjaan tersebut.
Baca Juga: Cara Menjawab Pertanyaan “Apa Kelemahan Terbesarmu?” dengan Jitu saat Wawancara Kerja
Hal terpenting saat menjadwalkan ulang wawancara kerja adalah memiliki alasan yang dapat dibenarkan, sehingga pemberi kerja "rela" mengubah jadwal yang sudah dibuat sebelumnya.
Jika kamu memiliki alasan yang masuk akal, rekruter kemungkinan akan memahami kebutuhanmu, dan bersedia menjadwalkan ulang wawancara kerja.
Lalu, apa saja alasan menjadwalkan ulang wawancara kerja yang akan dimaklumi oleh rekruter atau pemberi kerja?
1. Sakit
Saat dalam kondisi sakit, ada kemungkinan kamu bisa menularkan penyakitmu ke orang lain, termasuk rekruter atau kandidat lain yang juga akan melakukan wawancara kerja.
Itulah mengapa menghindari wawancara kerja saat kamu sakit merupakan tindakan yang bijaksana dan umumnya dihargai.
Rekruter kemungkinan akan dengan senang hati bekerja sama denganmu untuk menemukan waktu dan tanggal baru setelah kamu merasa lebih baik.
2. Urusan keluarga
Memiliki urusan keluarga yang darurat dan tidak bisa ditinggal merupakan alasan lain yang akan diterima dan dimaklumi oleh sebagian besar manajer perekrutan.
Urusan keluarga darurat yang dimaksud contohnya merawat anggota keluarga yang sakit atau terluka tiba-tiba, atau dalam masa duka karena ada anggota keluarga yang meninggal.
3. Ada masalah dengan kendaraan