Akun @polemitic menambahkan, "Kalo aku sih prefer cari email yang wakilin kantor (misalkan career@company.com) tapi mungkin kalian bisa juga coba kirim ke email/chat HR yang recently posting (munculnya blom lama pas di search)."
2. Tuliskan subjek email yang kuat dan relevan
Buatlah subjek email yang singkat dan kreatif, tetapi bisa memberikan alasan kuat untuk benar-benar dibuka dan dibaca isinya. Misalnya:
Baca Juga: Compensation and Benefits Tak Harus Bernilai Finansial, tapi Bikin Karyawan Merasa Dihargai
"Manajer Pemasaran dengan Keahlian Medis Siap Membangun Tim Anda"
"(Nama kenalanmu) menyarankan agar saya menghubungi Bapak"
"Saya menyukai artikel LinkedIn Bapak tentang pemasaran"
"Adakah saran untuk seseorang yang tertarik dengan hasil penelitian yang Ibu peroleh di Perusahaan X?"
3. Singkat dan spesifik
Kamu hanya punya waktu sebentar untuk membangkitkan minat si penerima setelah email dibuka. Nyatakan siapa dirimu, di mana kamu bekerja, bagaimana kamu mendapatkan informasinya, dan mengapa kamu cocok untuk pekerjaan yang kamu sebutkan.
Apa yang membuatmu menonjol sehingga si penerima email ingin mempekerjakanmu? Berikan detail yang cukup tentang keahlian dan pengalamanmu yang relevan untuk menarik minatnya. Tetapi, jangan terlalu banyak sehingga dia malas untuk membacanya.
Fokuslah pada apa yang bisa kamu lakukan untuk perusahaan daripada apa yang bisa mereka lakukan untukmu.
4. Permudah koneksi
Di dalam email, jangan lupa memberikan instruksi spesifik kepada penerima email tentang cara merespons email-mu, atau cara menghubungimu secara langsung.
Baca Juga: Reza Rahadian Tegaskan, Cukup Satu Periode Jadi Ketua Komite FFI. Apa Rencana Dia Selanjutnya?
Jika kamu tersedia untuk dihubungi, sertakan kapan waktu yang tepat untuk menghubungimu.
5. Tindak lanjuti dengan harapan yang masuk akal
Tunggu satu sampai dua minggu untuk mendapatkan tanggapan sebelum menindaklanjuti dengan email lain. Jangan menuntut balasan cepat karena mereka pastinya memiliki kesibukan selain membaca email yang diterimanya.