PejuangKantoran.com - Pernah dengar istilah job hopper? Istilah ini menunjuk pada orang yang sering pindah-pindah kerja dalam waktu singkat.
Orang yang sering pindah-pindah kerja, atau disebut juga job hopper atau si kutu loncat, biasanya bekerja kurang dari 2 tahun di satu tempat. Bahkan ada yang hanya “betah” bekerja kurang dari satu tahun di satu tempat.
Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, orang yang sering pindah-pindah kerja umumnya akan dicecar dengan pertanyaan seputar alasannya oleh HRD saat wawancara kerja.
Baca Juga: Sepakan Kaki Kanan Arkhan Kaka Bisa Jebol Gawang Panama Malam Ini?
Kira-kira, apa jawaban aman yang bisa diberikan saat menerima pertanyaan tersebut?
Jawaban aman
Saat kamu mendapat pertanyaan “Mengapa sering pindah-pindah kerja", atau "Mengapa kerjanya hanya sebentar-sebentar?” saat wawancara kerja, jangan panik.
Menurut Vina Muliana di akun Instagram pribadinya, @vinamuliana, kamu harus memberikan jawaban yang jujur, tetapi jangan memfokuskan jawaban pada kekurangan dari pekerjaan sebelumnya.
Justru, kamu harus fokus memberikan jawaban pada apa yang mau kamu cari. Misalnya, seperti ini:
“Iya, Bu. Posisi (...) itu pekerjaan pertama saya setelah lulus. Walaupun saya enjoy dengan pekerjaannya, tetapi saat itu saya ingin mencari posisi yang lebih bisa memanfaatkan keterampilan, pengetahuan, dan background saya sepenuhnya.”
Lalu, untuk menjelaskan pekerjaanmu setelahnya, kamu bisa menjawab seperti ini:
Baca Juga: Pengobatan dengan Sel Punca atau Stem Cell, AS Pelopor, Korea Kembangkan
“Di posisi kedua, saya merasa posisinya memang lebih pas dengan background saya.
"Namun, setelah beberapa lama, saya berharap tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang saya punya, tetapi juga bisa handle project agar bisa berkontribusi lebih ke perusahaan. Itulah mengapa akhirnya saya membuka diri untuk kesempatan lain.”
Bagaimana jika HR tak juga yakin dengan jawabanmu?