Melibatkan identifikasi dan mitigasi bias dalam sistem AI, Auditor AI bekerja sama dengan tim sains data, kepatuhan hukum, dan pengembangan AI untuk memastikan standar etika tertinggi sudah dipatuhi.
4. AI Ethicist/Pakar Etika AI
Bertanggungjawab memastikan bahwa AI digunakan dengan cara yang aman dan etis, untuk mengurangi bias dan meningkatkan keadilan dalam sistem algoritmik. Hal ini sangat dibutuhkan karena teknologi AI semakin meluas.
Tim yang dapat berkolaborasi dengan Ahli Etika AI meliputi tim hukum, pengembangan AI, serta tim keragaman dan inklusi.
5. Machine Manager
Saat ini, teknologi AI meluas hingga melampaui interaksi berbasis teks untuk mengendalikan hardware dan sistem. Itulah mengapa Machine Manager diperlukan untuk mengawasi perangkat keras dan sistem yang dioperasikan oleh AI.
Karena sifat pekerjaan yang kompleks, pekerjaan ini biasanya membutuhkan gelar sarjana ilmu komputer dan pengalaman di bidang yang menggunakan AI.
6. Data Detective
Setelah ledakan data yang dipicu oleh sistem AI, Data Detective bertugas untuk menganalisis dan menginterpretasikan data dalam jumlah besar ini secara efektif.
Pekerjaan Data Detective melibatkan penggunaan teknik statistik dan pembelajaran mesin untuk mengidentifikasi pola dan wawasan dalam data. Ini merupakan komponen penting dalam pengembangan model AI yang akurat dan efisien.
Baca Juga: Sharkmind Buka Lowongan Kerja Purchasing Specialist untuk yang Pengalaman di Bidang Pengadaan
7. Cyber Security Analyst
Bertugas melindungi dari serangan siber yang digerakkan oleh AI. Mereka membutuhkan perpaduan antara keahlian teknis, pemikiran kritis, dan keterampilan pemecahan masalah.
Cyber Security Analyst harus mampu menavigasi persimpangan yang kompleks antara teknologi AI dan prinsip-prinsip keamanan siber. Tim dapat berkolaborasi dengan keamanan TI, manajemen risiko, dan pengembangan AI.