PejuangKantoran.com - Di antara banyak hal yang biasa ditanyakan oleh rekruter saat wawancara kerja, mengapa ada pertanyaan tentang Emotional Quotient (EQ) atau kecerdasan emosional?
Ketika kamu masuk ke ruangan wawancara, rekruter sudah mengetahui keterampilan teknis yang kamu miliki dari CV yang dibacanya. Namun, mereka belum mengetahui kecerdasan emosionalmu, sehingga pertanyaan tentang Emotional Quotient perlu dilontarkan.
Perlu kamu ketahui, pertanyaan tentang Emotional Quotient diperlukan agar rekruter mendapat gambaran mengenai caramu mengatur perilaku dalam situasi yang berbeda.
Baca Juga: 5 Kedai Kopi yang Nyaman buat Tempat Nugas dan Ketemu Klien di Area Cikarang
Berikut adalah beberapa pertanyaan tentang kecerdasan emosional yang biasa diajukan rekruter saat wawancara kerja:
Jika kamu dihadapkan pada sebuah masalah etika, bagaimana kamu menanganinya dan apa hasilnya?
Pertanyaan ini diajukan untuk menguji nilai-nilai dan parameter integritas dirimu. Pastikan kamu memilih contoh yang berhubungan dengan pekerjaan yang dilamar.
Contoh jawaban:
"Seorang rekan kerja menagih dua kali lipat dari total tagihan kepada klien. Setelah mendiskusikan situasi ini dengannya, saya mengarahkannya untuk memperbaiki kesalahan tersebut.
"Dalam waktu seminggu, kejadian serupa terjadi dengan rekan kerja yang sama. Saya mendatangi supervisor, dan kami menemukan bahwa rekan saya itu bekerja dalam keadaan mabuk.
"Proses rehabilitasi pun dilakukan, dan rekan kerja saya mendapatkan bantuan yang ia butuhkan."
Ketika pekerjaanmu dikritik, apa reaksimu dan apakah kamu belajar dari pengalaman tersebut?
Saat menjawab, perhatikan bahasa tubuh kamu. Jangan tiba-tiba bersandar di kursi karena rekruter mungkin akan merasa bahwa kamu bersikap defensif. Pastikan kamu bertanggung jawab atas kesalahan yang dibuat.
Contoh jawaban: