"Kemudian saya akan mengambil tindakan yang diperlukan sebagaimana diamanatkan oleh kebijakan perusahaan dan memastikan pelanggan merasa puas."
Bagaimana jika kamu terlibat dalam konflik dengan atasan? Bagaimana situasi tersebut diselesaikan?
Baca Juga: Ada Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan PPPK 2023 yang Harus Dijalani, tapi Tidak untuk Semua Peserta
Rekruter ingin tahu apakah kamu memiliki soft skill untuk mengomunikasikan pendapat dengan cara yang tenang dan logis. Gunakan contoh profesional dan hindari menjelek-jelekkan atasan.
Contoh jawaban:
"Manajer proyek saya dan saya memiliki hubungan kerja yang solid dan dia sering mengatakan bahwa saya sangat diperlukan. Jadi, saya kaget saat dia memilih rekan kerja saya untuk pergi bersamanya untuk membuat kesepakatan dengan klien baru.
"Ketika dia kembali, saya mengirimkan email untuk meminta pertemuan. Saya mengungkapkan pandangan saya bahwa saya merasa kurang dihargai dan bingung karena saya merasa pekerjaan saya layak untuk bekerja dengannya.
Baca Juga: Kenapa Kamu Mengantuk Setelah Makan? Ini Jawabannya!
"Sebagai tanggapan, dia mengatakan kepada saya bahwa dia percaya saya mampu menangani klien sendiri dan telah merencanakan perjalanan ke luar negeri untuk mewakili saya."
Itulah beberapa pertanyaan tentang Emotional Quotient yang mungkin kamu dapatkan dari rekruter saat wawancara kerja. Jadi, persiapkan dirimu! (Elga Windasari)
Artikel Terkait
'Lazy Girl Job', Fenomena Baru di Dunia Kerja yang Dipopulerkan Gen Z, Benarkah Hanya untuk Pemalas?
Cara Membuat Worksheet Manajemen Waktu untuk Menyelesaikan Pekerjaan Tepat Waktu
Kenapa Kamu Harus Nego Gaji Saat Offering dan Jangan Asal Terima?
Data Specialist dan Data Analyst Memang Sama-Sama Mengurusi Data, tapi Apa Beda Tugasnya?
6 Cara Negosiasi Gaji saat Ditawari Pekerjaan, Jangan Lupa Riset Dulu dan Sampaikan Alasannya!
Menurut Kamu, Kantor Sepi atau Kantor Bising yang Bikin Kita Lebih Mudah Konsentrasi?
5 Tipe Manajer yang Dibutuhkan Setiap Perusahaan, dari yang Kreatif sampai yang Pencari Bakat