PejuangKantoran.com - Ada banyak saran yang diberikan oleh influencer atau orang-orang sukses untuk mereka yang juga ingin meraih kesuksesan. Namun, sutradara film Spike Lee menyarankan untuk tidak percaya pada saran agar sukses dalam semalam.
"Salah satu kebohongan terburuk yang disampaikan kepada anak muda adalah bahwa ada yang disebut ‘overnight success’ atau 'sukses dalam semalam'. Saran ini telah merusak banyak orang," ujar Spike Lee, saat menjadi pembicara di LinkedIn Talent Connect Summit 2023 di New York.
Menurutnya, kesuksesan tidak mungkin terjadi karena turun dari langit, dan memutuskan bahwa kamu adalah orang berikutnya yang akan sukses. Spike Lee bahkan dengan berani menyebut "sukses dalam semalam" itu omong kosong.
Baca Juga: Suka Mengantuk Tiap Pukul 15.00? Ini Trik untuk Mengatasi Rasa Lelah dan Meningkatkan Konsentrasi!
Bagi Lee, bagi orang-orang yang paling beruntung sekalipun, kesuksesan didahului dengan banyak kerja keras, meskipun jika itu tidak terlihat di mata orang lain.
Ia memberikan pesan bahwa jika kamu hanya menunggu kesempatan yang tepat datang, tetapi tidak melakukan apa pun untuk mempersiapkan atau mempercepat kehadirannya, kamu mungkin tidak akan mencapai apa yang diinginkan.
Kisah kesuksesan Spike Lee yang tidak terjadi dalam semalam
Ambil contoh kasus Spike Lee sebagai pembuat film yang sudah lama populer, peraih Piala Oscar, dan dua Primetime Emmy, serta banyak nominasi penghargaan lainnya.
Ia mendapatkan kesuksesan tersebut dengan "berjuang keras" untuk bisa dianggap serius pada awalnya.
"Ketika saya lulus dari Morehouse College [pada tahun 1979], saya tahu bahwa saya ingin masuk ke sekolah film," ujar peraih Best Adapted Screenplay untuk film BlacKkKlansman dari Academy Awards 2019 ini.
Namun, Lee ditolak dari sekolah film di University of Southern California dan American Film Institute. Ia lalu diterima di New York University, berdasarkan kualitas karyanya dan bukan hasil tes standar, seperti GRE.
Baca Juga: Di tengah Melonjaknya Kasus Covid-19 di Indonesia, Kok Susah Cari Tes PCR ?
Kisah Lee ini bukanlah kisah unik atau aneh yang tidak mungkin terjadi pada orang lain. Faktanya, itulah cerita hidup kebanyakan orang sukses.
Mark Cuban, seorang miliarder pengusaha teknologi dan investor, mulai mengasah kemampuannya sebagai salesman pada usia 12 tahun. Namun, ia baru merasa "sukses" untuk pertama kalinya pada usia 28 tahun dan menjadi miliarder di usia 40 tahun.
Banyak perusahaan terbesar di dunia juga membutuhkan perjuangan bertahun-tahun dan anggaran yang ketat untuk memulai bisnisnya. Bahkan raksasa teknologi seperti Microsoft hingga perusahaan pakaian seperti Nike mengalaminya.