PejuangKantoran.com - Agen asuransi saat ini semakin gencar mencari nasabah, mengingat masyarakat semakin melek dengan asuransi. Namun, pekerjaan yang berkaitan dengan asuransi bukan hanya agent, tetapi juga Aktuaris.
Profesi aktuaris mungkin masih terdengar asing, padahal aktuaris termasuk profesi yang bergengsi. Mereka bekerja di perusahaan-perusahaan besar dengan gaji yang tinggi.
Pada dasarnya profesi aktuaris punya keahlian praktis dalam bidang administrasi asuransi, serta perencanaan keuangan personal.
Baca Juga: Usai Nataru, Warga Lain Sudah Pulang dari Liburan, Warga China Masih Jalan-jalan
Aktuaris menggunakan matematika dan statistik untuk memperkirakan dampak finansial dari ketidakpastian, dan membantu klien meminimalkan risiko.
Seorang aktuaris harus dapat menilai dan mengelola risiko investasi keuangan, polis asuransi, dan usaha lain yang berpotensi berisiko.
Berapa gaji aktuaris, dan di mana belajar ilmu aktuaria? Ini beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengenai profesi aktuaris.
Di mana aktuaris bekerja?
Aktuaris biasanya bekerja di perusahaan jasa keuangan, khususnya perusahaan asuransi. Bahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut bahwa perusahaan asuransi wajib memiliki aktuaris.
Kewajiban ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2014 tentang Perasuransian (UU 40/2014) dan Peraturan OJK (POJK).
Tenaga aktuaris juga sangat diperlukan di bank, perusahaan dana pensiun, perusahaan investasi, atau manajemen risiko.
Baca Juga: Amerika, Swiss, dan Singapura Menjadi Negara Tujuan bagi yang Ingin Bekerja di Luar Negeri
Aktuaris yang sudah berpengalaman bisa menjadi konsultan untuk menangani masalah kesehatan, asuransi jiwa, tunjangan karyawan (tunjangan Pendidikan, THR, tunjangan pendidikan, pensiun, hingga pesangon), dan bencana.
Karena profesi ini termasuk masih langka, aktuaris mudah sekali mencari pekerjaan. Seperti dikutip Bisnis.com, pada Juli 2023 OJK mencatat ada 40 perusahaan asuransi yang belum memiliki aktuaris perusahaan.
Ketika seorang aktuaris ingin mendapatkan peluang karir dan gaji yang lebih tinggi; ia akan mudah pindah-pindah tempat kerja. Dengan memiliki sertifikasi profesi, aktuaris juga bisa bekerja di luar negeri.