PejuangKantoran.com - Kenaikan jabatan atau kenaikan gaji biasanya terjadi saat penilaian kinerja, atau bisa juga saat memasuki tahun yang baru. Paling pas ketika periode penilaian kinerja itu berlangsung setiap awal tahun.
Kapan waktu yang tepat untuk meminta kenaikan jabatan sebenarnya berbeda-beda untuk setiap orang. Namun, pastikan saat memintanya, kamu memang sudah mampu membuktikan bahwa kamu layak mendapatkannya.
Saat mendiskusikan peluang kenaikan jabatan, pastikan kamu tidak mengancam atasan akan mengundurkan diri dengan harapan dia akan menahanmu sambil memberikan tawaran balik.
Perlu kamu ketahui, atasan sudah hafal dengan taktik seperti itu. Begitu mereka merasa bahwa kinerjamu tidak sejalan lagi dengan nilai-nilai perusahaan, bisa jadi mereka malah akan membiarkan kamu keluar dari perusahaan.
Selain kenaikan jabatan atau kenaikan gaji, kamu juga harus terbuka untuk mendiskusikan manfaat lain seperti paket kompensasi atau paket remunerasi. Manfaat seperti itu mungkin lebih sesuai dengan harapan kamu.
Berapa lama harus bertahan tanpa naik jabatan?
Sayangnya, tidak semua karyawan beruntung bisa naik jabatan sesuai waktunya. Ada yang harus menunggu dan meminta evaluasi, baru dinaikkan jabatannya oleh atasan.
Ada juga karyawan yang selalu dipuji atasan dengan kinerjanya yang baik, tetapi nggak naik-naik jabatan.
Lalu berapa lama kita harus menunggu sampai kita bisa naik jabatan?
Biasanya, dua tahun adalah durasi minimum yang ditunggu oleh mayoritas karyawan untuk mendapatkan promosi jabatan. Bekerja selama empat hingga lima tahun tanpa kenaikan jabatan akan berisiko merusak prospek karirmu di masa depan.
Waktu rata-rata untuk promosi jabatan biasanya sekitar tiga tahun sekali. Namun hal ini bisa saja berbeda tergantung kinerjamu dan lowongan jabatan di perusahaan.
Perusahaan dengan lingkungan kerja yang toxic seringkali atasannya tidak menerapkan penilaian kerja yang obyektif. Terkadang karyawan cepat naik jabatan asalkan punya kedekatan pribadi dengan atasan.
Lingkungan kerja yang toxic tidak hanya akan menghambat kemajuan karir tetapi juga merusak kesehatan mental kamu dari waktu ke waktu.