PejuangKantoran.com - Keputusan untuk resign tidak selalu dilandasi rasa tidak bahagia, tidak puas, putus asa, jenuh, kelelahan, atau stres.
Bisa juga karena kamu merasa sudah cukup belajar di tempat kerja saat ini, ingin mencoba tantangan baru, atau ingin pindah jalur karir. Mana yang merupakan alasan terbaik untuk resign?
Baca Juga: 4 Motivasi Orang Melakukan Ziarah Kubur dalam Islam
Meninggalkan pekerjaan karena alasan pribadi sebenarnya merupakan hal yang masuk akal selama alasan tersebut juga didasarkan pada logika dan bukan emosi.
Ada alasan yang berada dalam kendali kamu, seperti mencari gaji yang lebih tinggi. Ada juga alasan yang di luar kendalimu, misalnya terkena perampingan karyawan atau restrukturisasi perusahaan.
Apapun alasannya, usahakan untuk memberikan alasan yang baik untuk resign. Pastikan untuk menentukan alasan yang konsisten dan dapat diterima perusahaan.
Baca Juga: 11 dari 21 Penyakit Tropis Terabaikan ada di Indonesia
Ingin mendapat tantangan baru
Merasa jabatan kamu mentok, dan keterampilan kamu tidak berkembang lagi? Atau mungkin tugas-tugas harian kamu menjadi terlalu sepele? Nah, ini alasan terbaik untuk resign dari situasi tersebut.
Katakan: "Saya mencari peluang yang memberikan lebih banyak tantangan dalam pekerjaan saya sehari-hari. Saya yakin hal ini sangat penting untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan saya."
Baca Juga: Buntut Boikot Akibat Perang Israel-Hamas, Starbucks Timur Tengah PHK 2.000 Karyawan
Sedang terjadi restrukturisasi perusahaan
Restrukturisasi bisa mengubah deskripsi pekerjaanmu. Apakah tanggung jawabmu saat ini jauh dari yang kamu harapkan? Mungkin ini saatnya untuk mengundurkan diri, dan ini juga menjadi alasan terbaik untuk resign.
Katakan: "Saya terkena dampak dari restrukturisasi perusahaan, yang membuat saya bingung dengan deskripsi pekerjaan saya. Karena itu, saya yakin bahwa saya harus kembali terhubung dengan jaringan dan peluang saya."