kubikel

Tren Micro-Franchise Makin Berkembang, Cocok buat Orang Kantoran yang Ingin Penghasilan Tambahan

Kamis, 21 Maret 2024 | 17:47 WIB
Model bisnis micro franchise atau waralaba mikro makin ngetren, salah satunya Es Teh Nusantara. (Instagram @estehnusantara)

PejuangKantoran.com - Di Instagram kamu pasti sering menemukan peluang bisnis dengan model waralaba dari produk-produk F&B seperti es teh, snack Korea, nasi kepal untuk sarapan, dan sebagainya.

Uniknya, waralaba ini ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau, bahkan ada yang di bawah Rp5 juta. Sehingga, siapapun bisa menjadi franchisee dengan modal yang tidak terlalu besar.

Baca Juga: Berperan sebagai Ayah di Dua Hati Biru, Angga Yunanda: Latihan Jadi Bapak Muda dari Sekarang!

Model waralaba dengan harga terjangkau inilah yang disebut sebagai micro-franchise atau waralaba mikro. Model franchise ini terus menanjak popularitasnya sebagai jalur menuju kepemilikan bisnis, dan diprediksi akan terus menjadi tren sepanjang 2024.

Micro-franchise menerapkan prinsip, struktur, dan manfaat dari model waralaba tradisional dan menerapkannya pada usaha bisnis kecil, demikian menurut Fiona Simpson, founder ARTventurers, waralaba seni dan permainan kreatif untuk anak yang berbasis di Inggris.

Konsep micro-franchise tersebut memungkinkan calon pemilik bisnis untuk meluncurkan bisnis baru dengan cepat dan mudah, dan tanpa perlu investasi modal yang signifikan.

Risiko tergolong rendah

Model waralaba mikro awalnya dikembangkan untuk membantu mengentaskan masyarakat dari kemiskinan, dan menawarkan layanan dan fasilitas pembiayaan untuk meningkatkan kehidupan penduduk pedesaan dan masyarakat terpencil.

Baca Juga: Haruskah Membalas Email Penolakan dari Rekruter bahwa Kita Tidak Diterima Bekerja?

Di Indonesia, layanan pembiayaan untuk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) merupakan bisnis dari PNM Mekaar (PT Permodalan Nasional Madani).

PNM memberikan modal usaha mulai Rp2.000.000 untuk perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro. Bedanya, usaha ultra mikro tersebut bukan merupakan waralaba.

Pada waralaba mikro, tiap orang diberi alat, pelatihan, dan sumber daya yang diperlukan untuk mendirikan bisnis kecil dan menghasilkan pendapatan bagi diri mereka sendiri.

Baca Juga: Selain CEO, CCO, dan COO, Kenali Jabatan C-Suite Paling Umum di Perusahaan

Meskipun model bisnis ini memiliki semua karakteristik waralaba standar, perbedaannya adalah skalanya. Pada waralaba mikro, pemilik waralaba menyediakan semua elemen yang biasa disediakan untuk penerima waralaba.

Mulai dari produk atau layanannya, model bisnis yang sudah terbukti, branding, pengetahuan, sistem dan prosedur, serta pelatihan dan dukungan untuk memulai usaha.

Halaman:

Tags

Terkini