kubikel

Kamu Bisa Ikut Menciptakan Tempat Kerja yang Inklusif terhadap Menstruasi, Begini Caranya!

Kamis, 25 April 2024 | 15:44 WIB
Ilustrasi: Kamu bisa ikut andil menciptakan tempat kerja yang inklusif terhadap menstruasi. (Pexels/Sora Shimasaki)

PejuangKantoran.com - Membicarakan masalah menstruasi ternyata masih menjadi hal yang tabu di lingkungan kantor. Padahal, 87% dari 247 karyawan dan pelajar merasa bahwa menstruasi sering mengganggu pekerjaan atau studi mereka.

Parahnya lagi, hanya 6,7% karyawan yang mau jujur kepada atasan mengapa mereka harus meninggalkan pekerjaan karena tak mampu menahan nyeri haid, atau tinggal di rumah saat menstruasi, demikian hasil penelitian dari Queensland University of Technology, Australia.

Baca Juga: 87% Perempuan Merasa Menstruasi Mengganggu Pekerjaan, tetapi Tidak Berani Bicara pada Atasan

Sementara responden yang lain mengatakan bahwa mereka merasa tidak nyaman menyebut nyeri haid sebagai alasan untuk tidak masuk kerja, karena rasanya seperti mengada-ada.

Namun, dari hasil penelitian ini saja kita tahu bahwa nyeri menstruasi, juga mood swing, sakit kepala, nyeri pinggang, atau apapun yang menyertainya, adalah hal yang nyata.

Kalau kamu mengetahui bahwa cukup banyak rekan kerjamu yang terganggu dengan nyeri bulanan ini, kamu juga bisa ikut andil menciptakan lingkungan kerja yang ramah perempuan, dan terutama tempat kerja yang inklusif terhadap menstruasi. Begini caranya.

1. Kenali dampak menstruasi

Baca Juga: Konser Nick Carter di Jakarta Batal, Bagaimana Cara Refund Tiketnya?

Studi kami mengidentifikasi bahwa orang yang menstruasi secara teratur mengalami gejala fisik seperti sakit perut (94%), sakit punggung (82%), dan sakit kepala (82%) sebelum atau selama menstruasi.

Mereka juga menggambarkan gejala emosional seperti kecemasan, kelelahan, depresi, dan lekas marah.

Salah satu responden mengatakan: "Kram saya sangat menyakitkan hingga membuat saya merasa sakit secara fisik -seolah-olah saya akan muntah. Jadi saya tidak suka berada di luar rumah karena saya tidak bisa berdiri tegak."

Dan satu lagi: "Menstruasi meningkatkan kecemasan saya di tempat kerja, dan di semua situasi lainnya. Hal ini menyebabkan saya menjadi sangat cemas selama di di tempat kerja, dan saya sulit berkonsentrasi."

Baca Juga: Cek Daftar Perguruan Tinggi Mitra Program Djarum Beasiswa Plus 2024/2025 di Wilayah Jawa

Untuk menghindari perasaan dipermalukan, dan didiskriminasi, orang yang mengalami menstruasi sering menutupi dan menyembunyikan gejalanya. Padahal ketika hal itu terjadi, karyawan jadi kurang terlibat dan kurang produktif.

Dengan berempati terhadap perempuan yang mengalami menstruasi yang terdampak dengan berbagai cara, perusahaan bisa mendukung dan memberdayakan mereka untuk menjaga kesehatan secara umum dan kesehatan menstruasi.

Halaman:

Tags

Terkini