kubikel

4 Pertanyaan untuk Merespons Feedback Atasan saat Performance Reviews biar Nggak Bikin Demotivasi

Selasa, 30 April 2024 | 22:20 WIB
Ilustrasi: Kunci keberhasilan dari performance reviews terletak pada pertanyaan yang kamu ajukan untuk merespons feedback dari atasan. (Freepik/Aleksandar Little Wolf)

PejuangKantoran.com - Banyak karyawan menganggap tinjauan kinerja (performance reviews) sebagai percakapan satu arah, di mana atasan mengevaluasi karyawannya. Padahal, percakapan satu arah ini lebih sering mendemotivasi daripada memberdayakan.

Terkadang, atasan tidak bermaksud seperti itu. Kita lah yang merasa tidak yakin apa yang diharapkan atau bagaimana melakukan pendekatan terhadap tinjauan kinerja tersebut.

Agar tinjauan kinerja mendapatkan hasil maksimal, dengarkan baik-baik umpan balik dari atasan. Setelah itu, kunci keberhasilan dari performance reviews terletak pada pertanyaan untuk merespons feedback dari atasan tersebut.

Baca Juga: Fakta May Day atau Hari Buruh: Sejarah Jam Kerja Delapan Jam Sehari Alias 9 to 5

Pertanyaan yang tepat bisa membantu kamu mengidentifikasi apa yang perlu ditingkatkan dari kinerjamu, sekaligus lebih memahami ekspektasi atasan terhadap karyawan. 

Apa pertanyaan untuk merespons feedback dari atasan saat performance reviews?

Pertanyaan terbaik untuk ditanyakan kepada atasan selama tinjauan kinerja akan membantu kamu melakukan diskusi dengan percaya diri. Kamu bisa menanyakan beberapa hal berikut ini:

• Menurut Bapak/Ibu, apa kekuatan utama saya dan area yang perlu ditingkatkan?

Membahas kekuatan utama dan apa kekuranganmu yang perlu diperbaiki memungkinkan atasan dan kamu menghasilkan apa saja pengembangan yang bisa ditindaklanjuti sepanjang tahun.

Kamu jadi tahu bagaimana memanfaatkan kekuatanmu, dan mengerjakan area yang memerlukan perbaikan, yang bisa membantumu menjadi karyawan yang lebih efektif.

Baca Juga: 23% Anak Keluarga Ultra Kaya Tidak Tahu Kekayaan Orangtua karena Tidak Disiapkan untuk Mengelolanya

Kamu juga bisa memberikan pertanyaan lanjutan:

• Menurut Bapak/Ibu, bidang pekerjaan saya apa yang saya kuasai?
• Apa bidang pekerjaan saya yang menurut Bpak/Ibu dapat saya tingkatkan?
• Apakah ada keterampilan yang menurut Bapak/Ibu harus saya kembangkan lebih lanjut agar lebih maju?
• Bagaimana Bapak-Ibu mengukur kemajuan saya?

• Sasaran apa yang harus saya tetapkan untuk diri saya sendiri pada siklus kinerja berikutnya?

Menetapkan tujuan yang jelas sebagai bagian dari rencana pengembangan karyawan sangat penting untuk pertumbuhanmu secara profesional.

Halaman:

Tags

Terkini