PejuangKantoran.com - Wawancara kerja adalah kesempatan untuk mengungkapkan kekuatan dan pengalaman kamu kepada calon pemberi kerja.
Tetapi kenapa ya, justru kamu sering gagal dalam tahap wawancara kerja ini?
Wawancara bisa dianggap gagal kalau kandidat tidak memenuhi persyaratan pekerjaan atau berkinerja kurang efektif dibandingkan kandidat lain.
Namun kamu juga bisa gagal dalam wawancara kalau kamu tidak bisa berbasa-basi, meremehkan pewawancara, dan tidak dapat mengartikulasikan latar belakang kamu dengan jelas.
Baca Juga: Tak Perlu Bingung untuk Punya Duit Liburan, Ini Cara Nabung yang Mudah
Pewawancara akan mengamati ketika kamu tidak bisa duduk diam, terus-menerus memeriksa jam tangan, tidak melakukan kontak mata, atau memberikan jawaban yang menunjukkan ketidakmandirianmu.
Menyadari jenis kesalahan tersebut akan membantu persiapan wawancara kamu. Karena itu, simak beberapa kesalahan yang membuat kamu gagal dalam tahap wawancara kerja.
Tidak menghargai waktu pewawancara
Hargai waktu orang lain. Hindari membatalkan wawancara hanya dengan pemberitahuan satu hari atau satu jam sebelumnya. Datanglah lebih awal ke pertemuan kamu, baik di lokasi atau melalui video, untuk memastikan kamu siap.
Hindari juga mengakhiri wawancara secara tiba-tiba dengan menyatakan, “Saya lupa memberi tahu bahwa saya harus pergi jam 1 siang, jadi saya harus selesai wawancara dalam lima menit.”
Baca Juga: Bos Instagram Adam Mosseri Ungkap Dirinya Sering Ribut dengan CEO Meta Mark Zuckerberg
Kurang persiapan
Persiapan bisa dilakukan dengan melatih dan mempraktikkan jawaban atas pertanyaan yang kira-kira akan ditanyakan.
Persiapan yang tidak memadai bisa berarti terlalu lama menjawab pertanyaan saat interview, atau memberikan jawaban yang tidak relevan atau kurang mendalam.
Coba cari panduan pertanyaan wawancara online untuk peran yang kamu lamar. Menyiapkan jawaban yang relevan bisa meningkatkan cara kamu berkomunikasi selama wawancara dan menciptakan kesan positif.
Kepercayaan diri yang rendah