PejuangKantoran.com - Wawancara kerja selalu menjadi momen yang menegangkan bagi pencari kerja, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Sebab, salah menjawab pertanyaan saat wawancara kerja bisa bikin kita gagal diterima bekerja. Sebenarnya saat interview, ada banyak pertanyaan yang layak untuk ditanyakan.
Pertanyaan seperti, "Bagaimana budaya belajar di perusahaan ini?" akan memberi kamu gambaran seberapa mudah perusahaan beradaptasi terhadap perubahan, dan bagaimana perusahaan menganggap karyawan sebagai asetnya.
Baca Juga: Rekomendasi Investasi Jangka Panjang Buat Pejuang Kantoran yang Mau Nabung!
Lalu pertanyaan "Pertumbuhan apa yang diharapkan dari tim ini?" bisa memberi gambaran tentang beban kerjamu dalam pekerjaan.
Sedangkan, "Masalah pertama apa yang bisa saya selesaikan dalam 30 hari pertama?" akan menunjukkan bahwa kamu bersikap proaktif terhadap kesuksesan kamu di perusahaan ini.
Seringkali pewawancara akan meninggalkan 10 atau 15 menit terakhir wawancara agar kamu bisa menanyakan pertanyaan-pertanyaan tersebut, tetapi terkadang kamu tidak memanfaatkan waktu tersebut.
Daripada menunggu sampai diminta bertanya pada akhir wawancara, "Ajukan pertanyaan itu sambil jalan," kata pakar karir My Perfect Resume, Jasmine Escalera.
Begini caranya. Tanyakan, “Bisakah Bapak/Ibu menjelaskan tantangannya lebih lanjut?”
Selama wawancara, carilah momen di mana kamu bisa melanjutkan diskusi dengan calon atasan kamu supaya pertanyaan saat wawancara kerja tersebut juga terjawab.
Baca Juga: Lowongan Kerja Jadi Sustainable Program Development di PT Bank BTPN Tbk
“Misalnya,” kata Escalera, “jika mereka menanyakan pertanyaan tentang proyek tertentu yang kamu kerjakan dan selaras dengan tantangan yang mereka hadapi, kamu bisa bertanya, ‘Bisakah Bapak/Ibu menjelaskan lebih banyak tantangannya untuk saya?’"
Hal itu bisa memberi kamu gambaran tentang tugas kamu sehari-hari.
Kamu juga bisa menanyakan jalur karir yang pernah dijalani karyawan sebelumnya di posisi tersebut, apa yang ditawarkan perusahaan untuk pengembangan karirnya secara keseluruhan, dan apa yang tersedia di posisi tersebut secara khusus.
Anggap sebagai percakapan, bukan wawancara