kubikel

Pertanyaan Jebakan saat Wawancara Kerja: “Apakah Kamu Bersedia Bekerja Lembur?”

Kamis, 1 Agustus 2024 | 17:22 WIB
Ilustrasi: “Apakah kamu bersedia bekerja lembur?” rasanya menjadi seperti pertanyaan jebakan saat wawancara kerja. (Bing AI/PejuangKantoran.com)

PejuangKantoran.com - Selama ini kamu mungkin sudah sering bekerja lembur di kantor. Namun pertanyaan, “Apakah kamu bersedia bekerja lembur?” menjadi seperti sebuah pertanyaan jebakan saat wawancara kerja.

Kenyataan bahwa perusahaan tersebut memberlakukan kerja lembur bisa membuat pelamar jadi stres dan khawatir dengan apa yang akan dihadapi saat diterima bekerja nanti.

Namun saat menerima pertanyaan tersebut dari pewawancara, kamu perlu memahami apa tujuan mereka menanyakannya. Pewawancara tentunya ingin menilai sikap kamu terhadap pekerjaan, tekad, dan motivasi.

Baca Juga: Pasar Lokal Kurang Minat, Startup Unicorn eFishery Ubah Strategi dan Mem-PHK Karyawan

Ketika mendapat pertanyaan seperti itu, sebagian pelamar umumnya langsung menjawab “Ya” atau “Bersedia”, karena takut tidak diterima bekerja jika menjawab tidak bersedia.

Sementara yang lain mungkin akan mencoba tarik ulur atau bernegosiasi dengan bertanya lebih dulu tentang kompensasi dan jam kerjanya.

Jadi, bagaimana cara menanggapi pertanyaan jebatan tersebut dengan menyampaikan pendapat kamu yang sebenarnya, tanpa berdampak negatif pada keputusan rekruter nantinya?

Jawaban umum

Dr. (HC) Guruvayurappan PV, Chief Human Resource Officer di Omega Healthcare, mengatakan alasan pewawancara mengajukan pertanyaan jebakan saat wawancara kerja adalah untuk memastikan sikap individu terhadap pekerjaan.

Hal ini tidak hanya menguji kemauan mereka, tetapi juga mengevaluasi tekad dan motivasi mereka untuk memenuhi tenggat waktu.

Baca Juga: Prabowo Ingin Menggelar Program Beasiswa dan Pelatihan Medis bagi Mahasiswa Indonesia di Rusia

Guruvayurappan mengatakan bahwa melalui pertanyaan inilah para pemberi kerja sering kali dapat mengetahui bagaimana kandidat yang berpengalaman menangani situasi yang tidak terduga seperti itu di tempat kerja.

Tanggapan seperti apa yang biasanya didengar oleh pewawancara?

Tergantung apakah kandidat sedang kepepet untuk mendapatkan pekerjaan, Guruvayurappan mengatakan umumnya pewawancara menerima jawaban "Ya".

Banyak kandidat yang juga menanyakan seberapa sering lembur harus dilakukan, apakah mereka akan diberi kompensasi, dan jika ya, berapa banyak potensi penghasilan tambahan yang mungkin diperoleh.

Halaman:

Tags

Terkini