Ada kandidat yang setuju untuk memperpanjang jam kerja tetapi tidak bersedia bekerja di akhir pekan, tambahnya.
Apa yang tidak boleh disertakan saat menjawab pertanyaan ini?
Menurutnya, meskipun bekerja lembur dapat bermanfaat bagi sebagian orang, hal itu bisa menjadi sumber stres dan kelelahan bagi yang lain.
Baca Juga: Lowongan Kerja di Netflix Jadi PR Manager, Cocok Buat yang Banyak Tahu Soal Film dan Jago Nulis
Pertanyaan “Apakah kamu bersedia bekerja lembur?” juga menandakan bahwa pekerjaan tersebut mungkin melibatkan jam kerja yang panjang dan jadwal yang padat.
Oleh karena itu, ia mengatakan penting untuk memahami implikasi dari bekerja lembur, dan bersikap jujur kepada diri sendiri saat menjawab pertanyaan ini.
“Mengetahui apa yang diharapkan dan bagaimana menjawab pertanyaan tersebut bisa membantu kamu membuat keputusan yang tepat, dan menunjukkan kepada pewawancara bahwa kamu karyawan yang bertanggung jawab dan berkomitmen.
“Tidak ada jawaban yang benar atau salah di sini, tetapi saya untuk menjawab pertanyaan ini dengan cara yang jujur dan fleksibel,” saran Guruvayurappan.
Jawaban yang ideal
Saat menguraikan bagaimana kandidat harus menjawab pertanyaan tentang kesediaan untuk bekerja overtime, Guruvayurappan menawarkan beberapa cara yang sesuai.
Namun, ini sepenuhnya bergantung pada cara pandang masing-masing individu terhadap waktu dan pekerjaan berdasarkan situasi dan kendala pribadi mereka.
Baca Juga: Sinopsis Deadpool & Wolverine: Kolaborasi Superhero Penuh Kejutan!
Berikut beberapa contoh jawaban atas pertanyaan “Apakah kamu bersedia bekerja lembur?”:
• “Ya, saya tidak keberatan bekerja lembur karena menurut saya pertumbuhan perusahaan sama dengan pertumbuhan individu”.
• Jika kamu tidak masalah bekerja di akhir pekan, kamu bisa mengatakan, “Saya tidak masalah bekerja di akhir pekan kalau perusahaan menginginkan saya melakukannya”.