PejuangKantoran.com - "Apakah kamu bersedia bekerja lembur?" adalah pertanyaan saat wawancara kerja yang bisa membuat kandidat yang paling siap sekalipun merasa terpojok.
Sesaat kamu akan dilingkupi rasa panik karena membayangkan beban kerja yang berat di perusahaan tersebut sehingga kamu harus sering bekerja dengan jam kerja yang lebih panjang.
Lalu, bagaimana kamu harus menjawab Ketika rekruter menanyakan pertanyaan ini? Apakah kamu harus langsung setuju atau menolak?
Baca Juga: Pertanyaan Jebakan saat Wawancara Kerja: “Apakah Kamu Bersedia Bekerja Lembur?”
Sebelum memutuskan untuk menjawab “tidak bersedia”, pahami alasan pewawancara bertanya "Apakah kamu bersedia bekerja lembur?" berikut ini:
Mengecek kesediaan kandidat. Lembur mungkin merupakan hal yang wajar dalam industri atau peran tertentu, jadi mereka menguji kemampuan kamu untuk melihat apakah kamu bisa mengatasi tekanan. Mereka ingin tahu apakah kamu fleksibel atau punya waktu untuk itu.
Tuntutan pekerjaan: Beberapa pekerjaan sepertinya memang memiliki lembur bawaan, seperti perusahaan media atau agensi kehumasan atau periklanan. Tenggat waktu, keadaan darurat klien, atau kendala tak terduga terkadang membutuhkan jam kerja ekstra.
Dengan menanyakan "Apakah kamu bersedia bekerja lembur", rekruter ingin memastikan kamu tidak terkejut ketika kamu tidak bisa pulang teng-go.
Menyelaraskan harapan. Hal ini seperti menetapkan aturan permainan. Rekruter ingin menetapkan harapan yang jelas sejak awal. Dengan membahas lembur, mereka bertujuan untuk mengurangi potensi kesalahpahaman tentang apa yang diperlukan dalam pekerjaan tersebut.
Kesesuaian budaya. Setiap perusahaan punya vibes-nya sendiri. Ada yang mengandalkan work-life balance, sementara yang lain dengan suka rela bekerja lembur secara teratur. Rekruter mungkin ingin tahu apakah kamu terbuka untuk lembur, yang menandakan sikapmu sesuai dengan budaya perusahaan.
Baca Juga: Pasar Lokal Kurang Minat, Startup Unicorn eFishery Ubah Strategi dan Mem-PHK Karyawan
Masalah hukum. Lembur bisa menjadi masalah hukum. Di beberapa tempat, undang-undang ketenagakerjaan menentukan berapa lama kamu bisa memperpaniang jam kerja, yang membuat aturan tentang pengupahan dapat menjadi rumit.
Jadi, rekruter mengajukan pertanyaan ini untuk memastikan mereka mematuhi hukum.
Keterampilan memecahkan masalah. Bayangkan kamu sedang menghadapi deadline proyek yang ketat, lalu tiba-tiba muncul gangguan. Lembur mungkin menjadi satu-satunya yang bisa kamu lakukan.
Kesediaan kamu untuk bekerja lembur bisa menjadi tanda keterampilan memecahkan masalah dan dedikasi kamu untuk menyelesaikan pekerjaan.