PejuangKantoran.com - Sebanyak 6 juta data nomor pokok wajib pajak (NPWP) masyarakat Indonesia dikabarkan telah dibobol Bjorka, hacker yang sudah beberapa kali mengaku membobol data milik pemerintah.
Hal itu diungkapkan oleh Konsultan Keamanan Siber Jakarta Teguh Aprianto melalui akun X @secgron.
Terkait insiden 6 juta NPWP bocor tersebut, sebenarnya sudah ada peraturan perundang-undangan yang mengatur kebocoran data di Indonesia, yaitu:
Baca Juga: 6 Juta NPWP Bocor termasuk Milik Keluarga Jokowi, Apa Penyebab Kebocoran Data Pribadi?
1. UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Pasal 27 Ayat 1 dalam UU ITE menyebutkan, "Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan dokumen elektronik, melanggar kesusilaan.”
2. UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (PDP)
"Setiap orang dilarang secara hukum memperoleh atau mengumpulkan data pribadi yang bukan miliknya dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain, yang dapat mengakibatkan kerugian subjek data pribadi,” begitu bunyi Pasal 65 Ayat 1 dalam UU PDP.
Mencegah kebocoran data
Di antara 6 juta NPWP bocor seperti yang disampaikan Teguh Aprianto tersebut, terdapat milik keluarga Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan dua anaknya: Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep.
Baca Juga: 8 Gerakan Berikut Ini Ampuh Redakan Kelelahan Di Kantor Tanpa Harus Beranjak Dari Kursi Kerja
"NPWP milik Jokowi, Gibran, Kaesang, Menkominfo, Sri Mulyani, dan menteri lainnya juga dibocorkan pada sampel yang diberikan oleh pelaku," tambah pendiri Ethical Hacker Indonesia itu.
Data yang bocor bukan hanya NPWP, tetapi juga NIK, alamat, nomor HP, dan alamat email. Mirisnya, semua data tersebut dijual di dark web hanya dengan harga sekitar Rp150 juta.
Meskipun informasi mengenai kebocoran data yang beredar di media sosial tersebut mengkhawatirkan, kebenarannya belum dapat dipastikan.
Karena itu, kita tidak perlu panik secara berlebihan. Cara mencegah kebocoran data yang paling cepat dan praktis adalah memperbaharui data privasi.