kubikel

Bukan Generasi Pemalas, Gen Z Justru Dibiarkan Bertahan Sendiri oleh Generasi Sebelumnya

Sabtu, 5 Oktober 2024 | 20:02 WIB
Ilustrasi: Gen Z bukan generasi pemalas. Mereka justru korban dari kesalahan generasi sebelumnya. (Freepik/Pressfoto)

PejuangKantoran.com - Baru-baru ini Fortune menampilkan berita utama dengan judul “Bosses Are Firing Gen Z Grads Just Months After Hiring Them—Here’s What They Say Needs to Change”.

Dalam bahasa Indonesia, judul artikel tersebut adalah “Atasan Memecat Lulusan Gen Z Hanya Beberapa Bulan setelah Mempekerjakan Mereka—Berikut yang Mereka Katakan Perlu Diubah”.

Sudah bisa ditebak kalau isi artikel kebanyakan mengenai hal negatif dari para kaum Gen Z.

Baca Juga: Fokus Di Pagi Hari, tapi Lemot Di Sore Hari? Begini Cara Menggunakan Otak Lebih Baik!

Mereka dituduh kurang memiliki motivasi atau inisiatif, sering terlambat datang ke tempat kerja dan rapat, dan tidak mengenakan pakaian atau bahasa yang sesuai dengan tempat kerja.

Sayangnya, artikel yang sama tidak membahas tentang apa yang perlu dilakukan pemberi kerja untuk menarik dan mempertahankan lulusan baru.

Misalnya, gaji tinggi, tunjangan yang baik, work life balance, kreativitas, dan keamanan kerja.

Kesalahan bukan hanya ada di Gen Z

Meski Gen Z tidak sepenuhnya benar, tetapi sebenarnya ada alasan kuat mereka bersikap seperti itu.

Ingat bahwa mereka tumbuh ketika dunia lumpuh akibat pandemi COVID-19. Kewajiban untuk mengisolasikan diri tentu saja sangat berdampak pada mereka.

Baca Juga: Si Worldwide Handsome Jin BTS Jadi Brand Ambassador Pria Pertama Laneige

Namun, kesehatan mental mereka terganggu akibat hal tersebut tidak diatasi dengan baik oleh generasi yang lebih tua. Sebaliknya, generasi ini dibiarkan berjuang sendiri untuk merawat kesehatannya.

Dalam artikel juga tidak diakui mengenai fakta bahwa masa depan generasi muda telah dikorbankan demi keuntungan perusahaan.

Belum lagi dengan kondisi dunia yang menghadapi ramalan yang ekstrim, sehingga berpotensi menghapus masa depan Gen Z.

Namun, masyarakat menuntut mereka untuk menunjukkan sikap seolah-olah tidak ada yang salah, dan tidak ada intervensi besar-besaran yang diperlukan untuk memperbaiki situasi.

Halaman:

Tags

Terkini