Mereka juga disebut lebih suka kolaborasi dan konsensus daripada hierarki, serta sangat peduli dengan keseimbangan kehidupan kerja atau work life balance.
Karyawan Gen Z tumbuh dengan melihat orang tua mereka membawa pulang pekerjaan, bekerja di luar jam kerja, bekerja lembur tanpa kompensasi, dan bersedia menjawab panggilan telepon dan email setiap saat.
Di saat yang bersamaan, mereka menyaksikan generasi yang lebih tua mengalami PHK massal, upaya serikat pekerja yang gagal, dan gaji yang stagnan.
Jadi, jika Gen Z menolak gagasan bahwa kehidupan kerja harus menguasai kehidupan seseorang, seharusnya ini yang harus dipelajari oleh generasi yang lebih tua. Bukan sebaliknya. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Rekruter Ini Bocorkan Pertanyaan sebelum Wawancara Kerja pada Kandidat, Mengapa?
5 Skill yang Dibutuhkan Manajer Tahun 2025, dari Literasi Teknologi hingga Manajemen Perubahan
Jadwal, Lokasi, dan Sesi Tes SKD CPNS 2024 Ada di Kartu Ujiannya. Begini Caranya Mencetaknya!
Begini Cara Mengecek Jadwal Pencairan KJP Bulan Oktober 2024
Digital Detox At Work, Diet Tidak Menggunakan Gadget Ternyata Perlu Dilakukan Di Kantor. Begini Caranya!
Perempuan Ini Komplain Karena Kena Denda Telah Mengotori Bedcover Hotel. Jika Mengalaminya, Apa Yang Harus Dilakukan?
Berusaha Menyelesaikan Terlalu Banyak Pekerjaan Hanya Bikin Kelelahan, Jangan Dinormalisasi!