Selain itu juga untuk memastikan mereka tetap sepenuhnya mematuhi undang-undang ketenagakerjaan dan pajak setempat.
Employer of Record juga membantu menjaga dan mengelola tunjangan, hak, dan kesetaraan karyawan dengan anggota tim kantor pusat.
Tolok ukur gaji
Coakley mengaitkan pertumbuhan minat terhadap konsep WFA dengan berbagai faktor, termasuk keseimbangan kerja/kehidupan, karyawan yang memiliki mitra dari berbagai negara, dan perusahaan yang menginginkan penyebaran karyawan secara internasional karena alasan keberagaman, biaya, dan regulasi.
Baca Juga: Hindari Perilaku Boros Air Seperti Ini Agar Tak Terjadi Krisis Air
Dua aspek terakhir ini menjadi sangat jelas dalam penelitian terbaru oleh Boundless. Penelitian yang mencakup 32 negara Eropa itu mengidentifikasi perbedaan yang mencolok dalam hal biaya bagi pengusaha dan gaji bersih yang dinikmati oleh pekerja.
Dengan menggunakan tolok ukur gaji sebesar 60.000 euro (sekitar Rp1 miliar) per tahun, Boundless menemukan bahwa negara yang paling terjangkau bagi pengusaha adalah Lithuania.
Di negara tersebut, membayar gaji sebesar 60.000 euro hanya menghabiskan biaya sebesar 61.074 euro. Sedangkan negara paling mahal adalah Austria, di mana biaya di atas 60.000 euro berjumlah 28.618 euro (sekitar Rp488 juta).
Ada juga perbedaan signifikan dalam gaji bersih, di mana karyawan di Bulgaria dengan gaji 60.000 euro memperoleh gaji bersih paling banyak sebesar 51.239 euro (sekitar Rp874 juta).
Karyawan di Islandia memperoleh gaji paling sedikit, hanya 30.525 euro.
Inggris dan Irlandia sama-sama menempati peringkat terendah dalam hal biaya ketenagakerjaan. Namun mereka menempati peringkat terbaik dalam hal jumlah yang dibawa pulang karyawan.
Sementara itu, Jerman, Belanda, dan Prancis memiliki biaya ketenagakerjaan yang relatif tinggi.
Mengenai studi tersebut, menurut Coakley biaya ketenagakerjaan yang lebih rendah di Inggris dan Irlandia menarik bagi perusahaan karena biaya tersebut membebaskan banyak ruang dalam anggaran.
Bisnis dapat menggunakan penghematan tersebut secara strategis — baik itu untuk menarik bakat atau berinvestasi dalam pertumbuhan.