kubikel

Monotasking Vs Multitasking di Pekerjaan: Mana Lebih Produktif?

Jumat, 18 Oktober 2024 | 08:16 WIB
Ilustrasi multitasking (Freepik/ DC Studio)

PejuangKantoran.com - Di tengah kesibukan sehari-hari, seringkali kita terjebak dalam multitasking—mengecek email, mengirim pesan, dan melakukan berbagai tugas sekaligus alias multitasking.

Namun, semua itu seringkali mengakibatkan kurangnya fokus dan produktivitas.

Kini, ada solusi yang bisa membantu kita mengatasi masalah ini: monotasking.

Apa itu Monotasking?

Monotasking adalah pendekatan yang sangat sederhana: fokus pada satu tugas dalam satu waktu. Meskipun terdengar mudah, menerapkan monotasking tidaklah sesederhana itu. Metode ini mendorong kita untuk melaksanakan tugas-tugas kecil dan konkret dalam blok waktu tertentu tanpa gangguan.

Baca Juga: Film Sampai Jumpa, Selamat Tinggal Rilis Teaser dan Siap Tampil di Jakarta Film Week 2024

Tujuannya adalah mencapai "deep work," yaitu kemampuan untuk berkonsentrasi pada tugas yang menuntut perhatian lebih dalam tanpa distraksi.

Dengan menerapkan monotasking, kamu diharapkan bisa merubah cara kerja serta kebiasaan yang sudah ada.

Apakah Multitasking Itu Buruk?

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa multitasking dapat menurunkan kinerja otak. Sebuah studi dari Institute of Psychiatry di University of London menemukan bahwa melakukan beberapa tugas sekaligus, seperti mengirim email atau berselancar di media sosial saat berbicara di telepon, dapat menurunkan IQ lebih signifikan daripada kehilangan waktu tidur, merokok, atau menonton televisi berjam-jam.

Multitasking juga dapat mengurangi produktivitas hingga 40% karena waktu yang dihabiskan untuk beralih tugas.

Baca Juga: Pemain Sepak Bola Indonesia Arkhan Kaka Masuk Daftar 60 Wonderkid Dunia 2024 dari Guardian

Bagaimana Memulai Monotasking?

Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk memulai monotasking:

Halaman:

Tags

Terkini