Beri contoh. Manajer harus memimpin dengan memberi contoh dan menunjukkan work-life balance yang sehat. Hindari mengirim email kepada karyawan atau meminta mereka bekerja di luar jam kerja.
Mendorong fleksibilitas. Tawarkan pengaturan kerja yang fleksibel kepada karyawan, seperti kerja jarak jauh atau jam kerja yang fleksibel, untuk mengakomodasi kebutuhan pribadi karyawan.
Baca Juga: Password Terpopuler dan Paling Mudah Ditebak di Indonesia Tahun 2024
Berikan dukungan. Tawarkan sumber daya dan dukungan untuk kesehatan mental dan kesejahteraan karyawan. Dorong seluruh anggota tim untuk beristirahat dan memprioritaskan perawatan diri.
Akui upaya karyawan. Jangan pelit untuk mengakui dan menghargai kerja keras dan kontribusi karyawan. Pengakuan ini justru dapat meningkatkan semangat dan motivasi.
Jadi, work-life balance tak hanya bisa diusahakan oleh salah satu pihak, tetapi harus ada kerja sama antara karyawan dan manajer, bahkan dari HR dan perusahaan. (Elga Windasari)