Pejuangkantoran.com - Pengalaman adalah guru berharga. Itulah yang dirasakan oleh Warren Buffett menjalankan bisnis Berkshire Hathaway miliknya.
Satu hal yang dipelajarinya selama menjadi pemimpin adalah sulit untuk menilai siapa yang dapat dipercaya dan siapa yang tidak. Ia bahkan telah mengalami banyak kekecewaan tentang hal ini.
Namun, dari rasa kecewa yang dirasakannya, Buffett jadi bisa mengetahui tentang jenis manajer yang dianggap “buruk” dan tidak dapat dipercaya.
Menurut Buffett, ada tipe manajer yang perlu diwaspadai.
Baca Juga: 6 Keuntungan Bagi Perusahaan Jika Mempekerjakan Gen Z. Tidak Percaya? Simak Sendiri!
Manajer yang tidak memimpin dengan integritas
Integritas tidak hanya faktor penting, tetapi juga merupakan aspek yang tidak bisa ditawar dalam praktik bisnis. Buffett bahkan bersumpah hanya akan mempekerjakan orang-orang yang berintegritas.
“Kami mencari kecerdasan, kami mencari inisiatif atau energi, dan kami mencari integritas. Dan jika yang terakhir tidak dimiliki, dua yang pertama akan membunuh bisnis,” katanya, mengutip dari El Adelantado.
Menurut Buffett, jika mempekerjakan seseorang tanpa integritas, perusahaan hanya akan mendapatkan orang yang malas dan bodoh.
Ia percaya bahwa ketika pemimpin dan karyawan bekerja dengan integritas, mereka cenderung membuat keputusan yang menguntungkan perusahaan secara keseluruhan, bukan keuntungan jangka pendek atau bahkan bertindak dalam cara-cara yang tidak etis.
Bekerja secara etis dan saling menghargai akan mendukung produktivitas, sehingga bisa meningkat secara eksponensial.
Baca Juga: 9 Hal Berikut Ini Ditengarai mampu Meningkatkan Fokus Dan Konsentrasimu Dalam Bekerja
Relevansi integritas dengan pekerjaan pemimpin
Buffett mengingatkan, integritas saat ini sudah cukup sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, hal ini sangat penting dan relevan.