Cara lain untuk menuliskan bahwa kamu sering bekerja dengan deadline adalah dengan menuliskan proyek-proyek relevan yang menunjukkan kemampuan kamu dalam menangani tugas-tugas kompleks, terbatas waktu, atau menantang.
Untuk setiap proyek, jelaskan secara singkat ruang lingkup, tujuan, jadwal, dan hasil pekerjaan. Kamu juga dapat menyebutkan hambatan, risiko, atau umpan balik yang dihadapi atau diterima selama proyek berlangsung.
Baca Juga: Grogi atau Buru-buru? Ini Kesalahan Saat Presentasi Virtual yang Paling Sering Dilakukan
4. Sertakan testimoni atau dukungan
Jangan lupa untuk menuliskan testimoni atau dukungan dari manajer, klien, atau rekan kerja sebelumnya atau saat ini.
Ini bisa berupa kutipan, penilaian, penghargaan, atau pengakuan yang membuktikan kinerja, keandalan, atau profesionalisme kamu.
Namun, pastikan dulu kamu memiliki izin dari orang yang memberikan testimoni atau dukungan tersebut. Bahkan, kamu bisa memverifikasinya jika diperlukan.
5. Sesuaikan resume dengan pekerjaan
Cara terakhir adalah, sesuaikan resume dengan pekerjaan yang dilamar.
Kamu harus melakukan riset tentang perusahaan, industri, dan jabatan yang dilamar.
Jangan lupa untuk mengidentifikasi kata kunci, keterampilan, dan persyaratan yang relevan dengan posisi tersebut.
Baca Juga: Tak Salah untuk Bilang 'Tidak' Pada Rekan Kerja, Ini Caranya!
Kemudian, kamu perlu menulis CV yang sesuai dengan kriteria tersebut dan menekankan pada pekerjaan yang dibatasi tenggat waktu sehingga calon pemberi kerja bisa mengetahuinya.
Apakah kamu punya cara lain untuk menuliskan bahwa kamu sering bekerja dengan deadline untuk mengisi pengalaman kerja di CV? (Elga Windasari)