kubikel

Punya Alasan Kuat, Ini 7 Aturan Kerja Tak Tertulis yang Tak Mau Diikuti oleh Pekerja Gen Z

Rabu, 27 November 2024 | 17:00 WIB
Pekerja Gen Z tak mau mengikuti sejumlah aturan yang tak tertulis. (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Meski Pekerja Gen Z baru sebentar berada di dunia kerja, dibandingkan dengan generasi milenial, Gen X, dan baby boomer, tetapi mereka sudah berani untuk meninggalkan banyak aturan kerja tradisional.

Tak aneh jika banyak pekerja Gen Z menolak mengikuti aturan kerja yang mereka anggap ketinggalan zaman atau bahkan tidak pantas.

Berikut adalah tujuh aturan kerja tak tertulis yang tak mau diikuti oleh para pekerja muda.

  1. Digaji rendah dengan pengalaman bertahun-tahun

Survei ResumeLab menemukan bahwa 70% dari Gen Z mengatakan bahwa gaji adalah elemen penting untuk menentukan apakah mereka akan bertahan bekerja di sebuah perusahaan atau tidak.

Ditambah dengan sikap atasan yang meremehkan, jangan heran jika karyawan Gen Z memilih berhenti untuk menemukan kesempatan yang lebih baik di tempat lain.

Baca Juga: Bukan Salah Gen Z Jika Mereka Sulit Betah di Tempat Kerja, Benarkah Ini Kesalahan Universitas?

  1. Setia pada satu perusahaan

Sebagian besar Gen Z tidak akan ragu untuk berhenti bekerja jika itu berarti bisa meningkatkan gajinya.

Survei dari Pew Research Center menyebutkan bahwa antara April 2021 hingga Maret 2022, pekerja yang berganti pekerjaan mengalami kenaikan gaji sebesar 60%.

  1. Mengabaikan kesehatan mental

Penelitian yang diterbitkan International Journal of Environmental Research and Public Health, mengatakan bahwa kesehatan mental memainkan peran penting dalam meningkatkan performa kerja.

Kesehatan mental sangat penting bagi Gen Z. Ini yang membuat American Psychological Association memperingatkan perusahaan yang tidak menganggap serius kesehatan mental karyawannya, bisa mengalami penurunan tingkat perekrutan karena reputasinya buruk.

  1. Tak berani bersuara

Gen Z dikenal memiliki pemikiran yang tidak biasa dan tak sungkan menjelaskannya kepada pekerja yang lebih tua. Ini karena mereka diajari sejak usia muda bahwa suara mereka penting.

Jika perusahaan mengizinkan Gen Z untuk berbicara, mereka bisa sangat berdedikasi dalam pekerjaan sehingga melakukan yang terbaik untuk berkontribusi dan membuat perusahaan untung.

Baca Juga: Gen Z Suka Remote Working Tapi Tak Suka Diawasi. Peran Manajer Tergantikan Oleh AI?

  1. Kewajiban untuk bisa dihubungi di luar jam kerja

Gen Z tidak ingin ditelepon sepanjang hari, setiap hari. Itulah yang membuat mereka lebih suka memutuskan semua kontak setelah jam kerja dan hanya merespons tiga email di pagi hari setelah mereka masuk kerja.

Halaman:

Tags

Terkini