Orang akan cenderung menghapus email yang ia terima (bahkan tanpa dibuka dan dibaca) jika tidak mengenal siapa pengirimnya. Oleh karena itu, subjek email harus jelas dan relevan dengan penerima.
Baca Juga: 11 Cara Alternatif untuk Menyampaikan Kalimat “Please Find Attached…” dalam Email
Bersikaplah formal jika diperlukan
Apabila kamu berkomunikasi dengan pelanggan atau bisnis lain, cobalah untuk bersikap seformal mungkin.Sikap ini ditunjukkan dengan kamu menyertakan semua informasi kontak yang sesuai di bagian detail atau tanda tangan di akhir email.
Edit dan periksa
Edit dan periksa lagi adalah wajib dalam setipa tulisan, apalagi jika ini email yang bisa jadi dokumen resmi. Dokumen resmi itu mempunyai kekuatan hukum, oleh karena itu jangan sampai ada kesalahan.
Email kamu harus masuk akal, tata bahasanya benar, ejaan, struktur kalimat, dan tanda baca juga benar. Email yang ditulis dengan baik dan sempurna menunjukkan banyak hal tentang kamu sebagai pribadi dan sebagai bisnis.
Cari bantuan jika kamu membutuhkannya
Jika kamu mendekati calon pembeli, calon mitra, dan terutama pelanggan, email mungkin merupakan satu-satunya cara kamu berkomunikasi. Karena itu, paastikan penulisan email ini kamu lakukan dengan benar.
Kamu bisa menggunakan alat bantu di aplikasi pengolah kata. Misal, Word Counter, bisa digunakan untuk memantau jumlah kata yang kamu gunakan dan kesalahan yang mungkin ada.
Lalu ada Paper Fellows, komunitas menulis daring gratis yang penuh dengan penulis dan profesional dari seluruh dunia yang dapat memberi kamu umpan balik penting yang kamu butuhkan.
Baca Juga: 7 Cara Alternatif Mengatakan “As Per Our Conversation Saat Kirim Email di Kantor
Kemudian, Microsoft Edito, yang bisa pemeriksa tata bahasa dan ejaan, yang disertakan dalam Outlook dan Word atau tersedia sebagai ekstensi peramban Edge atau Chrome. Ini bisa dipakai untuk menghindari typo.