Personalisasi
AI memungkinkan seorang marketer lebih proaktif. AI membantu memprediksi perilaku pengguna dan jumlah pelanggan yang berhenti mengugunakan produk,.
Dengan data dari AI tersebut, marketer bisa membuat strategi bagaimana menarik minat mereka kembali dengan lebih efisien.
Segmen pasar dapat diidentifikasi secara real time berdasarkan preferensi, minat, dan afiliasi yang dilakukan konsumen di media sosial dan platform setiap detiknya.
Otomatisasi seperti ini membuat komunikasi dengan konsumen lancar. Komunikasi dari satu titik ke titik lainnya bisa dilakukan dengan email selamat datang, ucapan terima kasih, atau obrolan pelacakan pesanan menggunakan bot.
Baca Juga: Jangan Kudet, Yuk Ikutan 5 Kursus Online Gratis Ini untuk Belajar AI sesuai dengan Bidang Pekerjaan!
Periklanan
Personalisasi adalah prinsip AI. AI memungkinkan segala sesuatu bisa dijalankan untuk menjangkau konsumen.
AI mampu mengurasi dengan cerdas, hal-hal yang dikonsumsi oleh konsumen, mulai dari iklan yang dilihat konsumen hingga konten.
Dengan AI pula marketer jadi bisa mengenali pembeli di toko mereka dengan teknologi ‘face recognition’.
Dengan begitu, marketer jadi bisa tahu push notification apa yang akan dimunculkan di aplikasi mereka atau melalui media sosial untuk memberikan gimmick-gimmick marketing dan sale.
Pencarian Berbayar
AI juga membantu dalam penargetan iklan. Ini sangat membantu saat melakukan pemasaran ulang dan otomatisasi pemasaran.
Dalam iklan pay per click (PPC), AI membantu marketer jenama di berbagai kategori untuk mengoptimalkan proses penawaran secara real time.