6 Tren Dunia Kerja Tahun 2025, dari Revolusi AI hingga Transparansi soal Gaji

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 17 Desember 2024 | 09:30 WIB
Ilustrasi: Revolusi AI akan terus berjalan dan menjadi salah satu tren dunia kerja tahun 2025 yang harus diantisipasi. (Freepik)
Ilustrasi: Revolusi AI akan terus berjalan dan menjadi salah satu tren dunia kerja tahun 2025 yang harus diantisipasi. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Tren kerja adalah perkembangan jangka panjang yang membentuk pasar kerja. Mereka yang mempersiapkan diri menghadapi tren dunia kerja tahun 2025 akan memiliki posisi yang baik untuk masa depan dan tetap kompetitif.

Teknologi digital dan kecerdasan buatan akan terus menemani kita pada tahun 2025. Tools AI baru menawarkan banyak peluang untuk mempercepat proses dan meningkatkan kolaborasi digital.

Tanggung jawab perusahaan adalah kuncinya, yang mencakup tanggung jawab sosial, keberlanjutan, keberagaman, dan kesetaraan. Ada juga peningkatan fokus pada kesejahteraan karyawan.

Baca Juga: 4 Keterampilan Ini Hampir Dilupakan di Dunia Kerja, Bagaimana Cara Mengasahnya Kembali?

Perekrutan menjadi lebih individual, personal, dan proaktif. Pencitraan perusahaan yang kuat menarik bakat baru dan mempertahankan karyawan yang ada. 

Penelitian terbaru dari ADP Research Institute dan temuan terbaru dari Academy to Innovate HR (AIHR), menyebutkan bahwa tren dunia kerja tahun 2025 berikut akan menentukan kesuksesan perusahaan di tahun depan.

1. Revolusi AI di dunia nyata

Penerapan teknologi AI akan mengubah cara orang melakukan pekerjaan. Data dari ADP menunjukkan bahwa 87% eksekutif perusahaan sudah mengantisipasi AI generatif untuk meningkatkan pekerjaan, bukan menggantikan.

Jadi, dibutuhkan strategi yang seimbang dan masuk akal untuk melakukannya.

2. Menjembatani kemampuan digital dan manusia

Seiring perubahan teknologi, lokasi kerja juga terus berkembang. Saat ini, hampir sepertiga tenaga kerja tinggal di wilayah yang berbeda dengan kantornya.

Baca Juga: 10 Istilah Dunia Kerja yang Tak Dipahami Karyawan Gen Z, 'KPI' Nomor 1 yang Dicari di Google

Hal ini akan mengubah cara perusahaan beroperasi. Manajer juga semakin tertantang untuk mengelola tim remote atau hybrid.

Selain itu, perusahaan harus lebih berupaya untuk membangun dan mempertahankan budaya kerja yang kuat dengan perbedaan zona waktu.

3. Keharusan akan kesejahteraan

ADP mengatakan bahwa 43% karyawan merasa kelelahan, dan 37% di antaranya bahkan memengaruhi kemampuan untuk bekerja secara efektif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes, OVB.eu

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X