PejuangKantoran.com - Bagi kamu yang menghadapi kesulitan keuangan, pasti berpikir uang bisa membuat bahagia. Namun, kenyataannya adalah banyak uang juga bisa membuat kamu tidak bahagia.
Kok bisa? Penyebab paling utama adalah dengan banyaknya uang, kamu mungkin secara tidak sadar akan melakukan pengeluaran berlebihan, yang pada akhirnya bisa membuat kamu masalah keuangan.
Jika masalah keuangan mulai muncul, bukan tidak mungkin kesehatan mental kamu akan terganggu.
Konsumtif bukan cara atasi stres
Menurut penelitian yang diterbitkan di The Journal of Consumer Research, orang-orang yang terjebak dalam kebiasaan konsumtif mengandalkan belanja impulsif sebagai cara untuk mengatasi stres atau perasaan negatif.
Ini memang bisa memberikan kepuasan sementara, tetapi sebenarnya memperburuk kondisi emosional dalam jangka panjang.
Selain itu, kebiasaan konsumtif tersebut boros dan dapat memperburuk masalah keuangan sehingga menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus.
Dengan semakin banyaknya utang maka semakin besar juga kecemasan yang dirasakan, yang dapat memperburuk kondisi mental kamu.
Sebuah laporan dari American Psychological Association menyatakan bahwa masalah keuangan adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan stres dan dapat mengarah pada gangguan kesehatan mental, seperti depresi.
Baca Juga: Buah dan Sayur yang Bisa Meningkatkan Imunitas Tubuh
Hal yang sama juga bisa dirasakan orang kaya
Vicky Reynal, seorang ahli psikoterapi keuangan pertama di Inggris dan juga penulis “Money on Your Mind: The Psychology Behind Your Financial Habits”, mengakui bahwa tanpa uang dapat maka kualitas hidup juga akan terdampak.
Namun, bukan berarti uang menjadi jalan keluar semua masalah.
Menurut Reynal, masalah keuangan di kalangan orang kaya adalah mereka merasa lebih bersalah karena merasa tidak bahagia, meskipun memiliki uang.