Ukuran yang bisa kamu pakai, misal jam, hari, minggu, atau bulan, atau berat, jumlah, persentase, atau metrik lainnya yang berlaku, tergantung dari apa yang kamu kerjakan untuk mencapai tujuan.
A (Achievable): Pastikan bahwa target masuk akal untuk bisa dicapai dalam kerangka waktu tertentu.
Menetapkan tujuan yang dapat dicapai berarti mempertimbangkan apa yang sebenarnya dapat kamu capai. Pertimbangan ini juga tidak lepas dari pertimbangan atas apa yang bisa mendukungmu mencapai target tersebut, misal, mempertimbangkan alat, sumber daya, waktu, dan kendala lainnya.
Setelah menetapkan tujuan, kamu harus menentukan apakah tujuan tersebut cukup realistis untuk dicapai. Hal ini untuk mencegah keputusasaan dan sekaligus menyiapkan kamu untuk keberhasilan jangka panjang.
MIsal, kamu lebih mungkin mencapai tujuan yang lebih kecil dan dapat dicapai. Namun keberhasilan kecil ini dapat mendorong kamu untuk menetapkan tujuan yang lebih tinggi berikutnya.
Baca Juga: Time Management 101, Langkah-Langkah Praktis Mengelola Waktumu Agar Produktif
R (Relevant): Jadikan targetmu itu selaras dan relevan dengan nilai-nilai dan sasaran jangka panjangmu.
Sasaran yang relevan berhubungan langsung dengan strategi atau tujuan (nilai-nilai) hidup kamu yang lebih luas. Dalam proses menelusuri sasaran yang terukur dan spesifik yang kamu yakini dapat kamu capai, relevansi mengarahkan kamu untuk memastikan bahwa kamu masih membuat kemajuan menuju gambaran yang lebih besar.
T (Time-based): Tentukan tenggat waktu yang ambisius namun realistis untuk menentukan prioritas dan meningkatkan motivasi.
Sasaran yang punya tenggat waktu, menjadikan proses pencapaian target menjadi lebih terstruktur dalam kerangka kerja untuk mencapai tujuan. Penjadwalan juga merupakan cara lain untuk mengukur keberhasilan.
***