Ada obrolan yang bisa terlalu pribadi atau terlalu emosional sampai bikin persahabatan jadi nggak nyaman.
Contohnya, curhat soal hubungan sama pacar secara berlebihan. Pernah nggak, kamu cerita terus-terusan tentang mantan atau pasangan ke teman perempuan, dan dia malah jadi canggung?
Psikolog dari Better Health menyebutkan bahwa batasan emosional itu penting supaya nggak ada beban berlebihan di satu pihak. Kalau kamu nggak nyaman membahas topik tertentu, nggak ada salahnya bilang dengan sopan.
4. Hormati waktu dan energi masing-masing
Pernah punya teman yang selalu minta waktu, bahkan di saat kamu lagi sibuk banget?
Menurut psikologi, hubungan yang sehat itu punya batasan waktu yang jelas.
Kalau setiap malam kamu harus jadi "tempat curhat" atau "pemecah masalah," bisa jadi pertemanan ini nggak seimbang. Nggak ada salahnya bilang, “Lagi sibuk banget, bisa kita obrolin lain waktu?” Jadi kamu juga punya ruang buat kehidupan pribadi.
5. Jangan jadi "pengganti pasangan"
Kadang, tanpa sadar, kita dan teman lawan jenis bisa masuk ke dalam "hubungan tanpa status"—saling bergantung, sering jalan bareng, dan berbagi emosi yang mendalam.
Masalahnya, ini bisa berakhir dengan salah satu pihak berharap lebih. Solusinya? Pastikan hubungan tetap di ranah pertemanan. Batasi intensitas komunikasi, jangan terlalu sering bikin "kencan palsu," dan jaga interaksi tetap netral.
Baca Juga: Jaga Stabilitas Kinerja, BRI Catat Laba Bersih Konsolidasi Sebesar Rp60,64 Triliun pada 2024
6. Atur interaksi di media sosial
Zaman sekarang, DM, like, dan komen bisa jadi bentuk perhatian yang salah kaprah.
Psikolog dari Journal of Cyberpsychology menemukan bahwa interaksi di media sosial bisa memperkuat kedekatan emosional lebih dari yang kita sadari.
Jadi, kalau kamu sering kirim meme tiap hari, atau selalu nge-like semua fotonya, mungkin perlu dipikir ulang. Batasi interaksi biar nggak ada kesalahpahaman.