“Tanpa sikap terbuka dari kamu, akan sangat sulit bagi perusahaan untuk memberikan dukungan,” ujar Sarah, yang didiagnosis dengan Ehlers-Danos Syndrome (EDS) dan Postural Oorthostatic Tachycardia (POTS).
Apalagi, banyak penyakit kronis yang termasuk dalam klasifikasi disabilitas. Dengan mengungkapkannya sejak dini, kamu bisa mendapatkan dukungan yang dibutuhkan untuk proses wawancara saat melamar pekerjaan.
Baca Juga: Mengapa Karyawan Sritex yang Terdampak PHK Terancam Tak akan Menerima THR?
Dapatkan dukungan yang diperlukan
Dukungan yang kamu dapatkan bisa bervariasi tergantung penyakit yang diderita. Namun, jam kerja fleksibel dan kerja jarak jauh juga bisa menjadi anugerah bagi orang-orang dengan penyakit kronis.
Ini karena saat bekerja dari rumah, kamu bisa menyelesaikan pekerjaan sambil duduk, berdiri, atau bahkan berbaring. Hal itu tentu saja tidak bisa dilakukan saat bekerja dari kantor.
Dukungan lain yang bisa didapatkan adalah dengan mendapatkan izin untuk off-cam saat melakukan meeting lewat Zoom. Misalnya ketika kamu sedang tidak fit dan harus ikut meeting sambil berbaring, tentu saja kamu tak bisa menyalakan kamera.
Perusahaan harus lebih peduli
Sayangnya, tak semua perusahaan bisa dengan mudah memberikan dukungan kepada penderita penyakit kronis yang tetap ingin bekerja.
Untuk itu, Sarah berharap semakin banyak perusahaan yang mendapatkan pelatihan seputar pekerja disabilitas dan memiliki penyakit kronis.
“Ini memungkinkan semua orang memiliki akses yang sama untuk bekerja karena siapa pun bisa terkena penyakit kronis,” tandasnya. (Elga Windasari)