kubikel

Terampil Dalam Literasi Data Itu Penting. Berikut Ini Cara Meningkatkan Keterampilannya!

Jumat, 21 Maret 2025 | 14:10 WIB
Banyak cara meningkatkan keterampilan literasi data, salah satunya adalah memahami konsep dasar data. (Freepik)

Pejuang kantoranData-driven business adalah pendekatan bisnis yang menggunakan data sebagai landasan utama dalam mengambil keputusan, analisis, dan strategi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan pertumbuhan bisnis.

Data-drive business membutuhkan keterampilan literasi data yang baik. Dalam literasi data yang baik, orang mampu memahami data, mengidentifikasi data, memilah-milah data, dan menganalisis data.

Dengan keterampilan ini, maka harapannya seperti disampaikan di atas, meningkatkan efisiensi dan efektivitas sehingga bisa mendorong pertumbuhan bisnis secara keseluruhan.

Oleh karena itu, pada dasarnya karyawan di semua lini, wajib mempunya kemampuan literasi data yang baik.

Misal, dalam lingkup yang paling kecil dan sederhana, seorang kasir minimarket pasti akan bisa melihat cara membayar konsumen, apakah tunai, memakai kartu uang elektronik, atau menggunakan QRIS.

Dengan mengetahui polanya, ia bisa melaporkan ke atasannya, bahwa pembayaran dengan QRIS lebih banyak terjadi pada akhir pekan, sementara pada weekdays lebih banyak dengan tunai.

Meskipun terlihat sederhana, namun informasi/data seperti ini sudah cukup bisa menggambarkan siapa konsumennya pada hari-hari tertentu. Dan ini bisa digunakan untuk membuat program, misal, promosi seperti apa yang tepat dilakukan pada hari-hari tertentu.

 Baca Juga: Kemendikbudristek Tekankan Pentingnya Literasi Data bagi Generasi Muda

Meningkatkan keterampilan literasi data

Jadi secara umum, menurut laman ibm.com, literasi data dalah kemampuan untuk membaca, menulis, dan mengomunikasikan data sesuai konteks, termasuk memahami sumber dan konstruksi data, metode dan teknik analitik yang diterapkan, dan kemampuan untuk menjelaskan penerapan contoh penggunaan dan hasilnya.

Bagaimana meningkatkan keterampilan literasi data?

  1. Memahami konsep dasar data:
  • Jenis data: Pelajari berbagai jenis data, seperti data numerik, kategorikal, dan tekstual.
  • Pengumpulan data: Pahami bagaimana data dikumpulkan dan faktor-faktor yang dapat memengaruhi kualitas data.
  • Statistika dasar: Pelajari konsep dasar statistika, seperti rata-rata, median, modus, dan standar deviasi.
  1. Mengembangkan keterampilan analisis data:
  • Visualisasi data: Pelajari cara membuat grafik dan diagram untuk memvisualisasikan data dan mengidentifikasi pola.
  • Analisis data dasar: Pelajari cara menggunakan alat analisis data, seperti spreadsheet atau perangkat lunak analisis data, untuk menganalisis data.
  • Interpretasi data: Pelajari cara menafsirkan hasil analisis data dan menarik kesimpulan yang bermakna.
  1. Meningkatkan kemampuan berpikir kritis:
  • Evaluasi sumber data: Pelajari cara mengevaluasi kredibilitas dan keandalan sumber data.
  • Identifikasi bias: Pahami bagaimana bias dapat memengaruhi data dan hasil analisis.
  • Berpikir logis: Kembangkan kemampuan berpikir logis dan sistematis untuk menganalisis data dan membuat keputusan.

Baca Juga: Bisa Digaji hingga Rp26 Juta Sebulan, Ini Tugas dan Keterampilan Seorang Senior Data Analyst

  1. Praktik dan pembelajaran berkelanjutan:
  • Kerjakan proyek data: Cari proyek data yang menarik minat kamu dan gunakan keterampilan literasi data kamu untuk menganalisis data dan membuat kesimpulan.
  • Ikuti kursus atau pelatihan: Ikuti kursus atau pelatihan tentang literasi data untuk mempelajari konsep dan keterampilan baru.
  • Baca buku dan artikel: Baca buku dan artikel tentang literasi data untuk memperluas pengetahuanmu.
  • Bergabung dengan komunitas data: Bergabunglah dengan komunitas data untuk berdiskusi dengan orang lain tentang literasi data dan belajar dari pengalaman mereka.

 Dan keterampilan itu kuncinya adalah latihan. Semakin sering kamu latihan dalam menggunakan dan memanfaatkan literasi data, maka literasi dalam akan “mengalir dalam darah kamu”. ***

Tags

Terkini