Pejuangkantoran.com – Kamu pernah menghadapi permasalahan seperti ini: kamu diberi tanggung jawab untuk menjaring konsumen potensial dari rangkaian acara launching produk baru, baik secara daring maupun luring.
Memperkenalkan produk baru ke audiens itu seperti menebar jaring ke sungai atau kolam atau laut yang isinya aneka macam ikan. Jika kita ingin mendapatkan ikan tertentu, kita harus menggunakan jarring tertentu dan umpan tertentu juga.
Upaya menetapkan penggunaan jaring dan umpan untuk iklan tertentu sesuai rencana ini mirip konsep dari Prinsip Pareto (Pareto Principle). Prinisp Pareto ini juga dikenal sebagai aturan 80/20, Law of the Vital Few, dan Principle of Factory Sparsity.
Aturan 80/20 adalah konsep yang menyatakan bahwa sekitar 80% hasil atau efek berasal dari 20% penyebab atau input. Jadi menentukan jaring dan umpan tertentu, dalam kasus tadi, adalah upaya sebesar 20% agar bisa mendapatkan hasil sebesar 80%, yaitu ikan tertentu yang diinginkan.
Baca Juga: 3 Tips Menghadapi Atasan Micromanager Agar Tidak Merusak Produktivitas dan Kreativitas Kerja
Minim effort dengan hasil maksimal
Prinisp Pareto, menurut laman web site asana.com, dikembangkan oleh ahli ekonom Italia, Vilfredo Pareto, pada tahun 1896. Pareto mengamati bahwa 80% tanah di Italia dimiliki oleh hanya 20% populasi.
Dia juga melihat hal serupa terjadi pada tanaman di kebunnya, 20% tanamannya menghasilkan 80% buah. Hubungan ini dapat digambarkan secara matematis sebagai distribusi hukum pangkat antara dua kuantitas, di mana perubahan dalam satu kuantitas menghasilkan perubahan yang relevan pada kuantitas lainnya.
Prinsip Pareto dapat diterapkan dalam berbagai bidang seperti manufaktur, manajemen, dan sumber daya manusia. Prinsip ini menunjukkan bahwa upaya 20% staf perusahaan dapat menghasilkan 80% laba perusahaan.
Prinsip Pareto bahkan lebih berlaku untuk bisnis yang berbasis pada layanan klien. Prinsip ini telah diadopsi oleh berbagai program perangkat lunak pelatihan dan manajemen hubungan pelanggan (customer relationship management, CRM).
Prinsip Pareto kurang lebih adalah minim effort untuk mendapatkan hasil maksimal.
Baca Juga: 7 Cara Melakukan Slow Work, Langkah Kurangi Kerja Keras dan Tingkatkan Kerja Cerdas
Pemanfaatan Prinsip Pareto
Pada prinsipnya, Prinsip Pareto itu seperti “kerja cerdas bukan kerja keras”. Dengan kerja cerdas, tujuannya adalah meningkatkan produktivitas, meningkatkan efisiensi, meningkatkan laba, memperluas pemasaran, mengidentifikasi masalah, dan sebagainya.