PejuangKantoran.com - Dalam persaingan dunia kerja yang semakin ketat, menciptakan kesan pertama yang positif menjadi hal penting. Terutama bagi pencari kerja yang ingin tampil lebih menonjol dibandingkan kandidat lain.
Salah satu cara yang dapat dimanfaatkan adalah menggunakan fitur pesan suara di LinkedIn. Jenny Wood, mantan eksekutif di Google, merekomendasikan agar pencari kerja mengirimkan pesan suara kepada perekrut sekitar sehari sebelum wawancara.
Strategi ini dapat membantu menarik perhatian karena di antara banyaknya pesan di LinkedIn, pesan suara lebih mencolok dan lebih sering didengar dibandingkan teks.
Baca Juga: UMKM Aksesoris Mutiara dari Lombok Tembus Pasar Internasional Berkat Pemberdayaan BRI
Amanda Augustine, pakar karier dari TopResume, juga mendukung pendapat ini.
Namun, meskipun metode ini cukup efektif, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan agar penggunaannya tetap relevan dan tidak terkesan mengganggu.
Tentukan waktu pengiriman
Sebelum mengirim pesan suara, pastikan sudah menjalin koneksi dengan penerima di LinkedIn.
Setelah permintaan koneksi disetujui, pemilihan waktu pengiriman menjadi hal penting untuk memastikan pesan memberi kesan yang positif.
Apabila permintaan koneksi diterima tepat sebelum wawancara, sebaiknya menunda mengirim pesan agar tidak terlihat terburu-buru atau terlalu bersemangat.
Sebaliknya, jika koneksi sudah diterima setidaknya 24 jam sebelumnya, pesan suara singkat dapat dikirim sebagai bentuk perkenalan.
Baca Juga: 5 Cara Perlihatkan Rasa Antusias saat Wawancara Kerja, Bisa Meningkatkan Kesempatan Diterima!
Pesan yang dikirim sebaiknya berisi perkenalan singkat, antusiasme terhadap wawancara, serta kesiapan untuk memahami lebih lanjut tentang perusahaan dan posisi yang dilamar.
Jika ada hal yang perlu disiapkan sebelum wawancara, ini juga bisa disampaikan dalam pesan tersebut. Pesan suara idealnya memiliki durasi sekitar 30 hingga 45 detik.
Selain itu, metode ini sebaiknya diterapkan hanya untuk posisi yang benar-benar diinginkan agar terdengar lebih natural, dan tidak seperti pesan massal yang dikirim ke berbagai perusahaan.
Cara lebih personal untuk ucapkan terima kasih