kubikel

Hindari 3 Kalimat Berikut Ini Saat Negosiasi Agar Posisimu Kuat di Depan Klien!

Rabu, 9 April 2025 | 11:05 WIB
Saat negosiasi, ada sejumlah kalimat yang tabu diucapkan, atau negosiasimu bisa gagal. (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Banyak orang tidak menyadari bahwa negosiasi tidak hanya terjadi dalam ruang rapat atau dunia kerja.

Kegiatan ini juga terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti menentukan harga dalam kerja sama, menyepakati pembagian tugas, hingga mengatur hal-hal kecil dalam interaksi sosial.

Itulah sebabnya kemampuan bernegosiasi bukan hanya penting bagi profesional, tetapi juga relevan bagi siapa pun yang ingin mencapai hasil terbaik dalam situasi apa pun.

Salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan negosiasi adalah cara menyampaikan pesan. Gunakan pilihan kata yang bisa mencerminkan posisi, rasa percaya diri, dan kesiapan seseorang.

Sayangnya, tanpa disadari ada beberapa kalimat yang terdengar sopan, tetapi justru dapat melemahkan posisi dan memberi keunggulan pada pihak lain.

Berikut adalah tiga kalimat yang perlu dihindari agar posisi kamu tetap kuat sepanjang proses negosiasi.

Baca Juga: Yang Harus Dilakukan dan Dihindari Saat Negosiasi Gaji Serta Contoh Jawaban Yang Benar Dalam Negosiasi

  1. "Bisa tidak ya kalau saya minta...?"

Kalimat ini kerap digunakan agar terdengar sopan atau rendah hati, tetapi justru bisa menciptakan kesan ragu-ragu.

Dalam situasi negosiasi, penggunaan kalimat seperti ini menunjukkan keraguan dan dapat melemahkan posisi yang dimiliki.

Ini karena kesan seolah meminta izin justru memberi ruang bagi pihak lawan untuk mengambil kendali.

Padahal, inti dari negosiasi adalah mencari kesepakatan yang seimbang dan saling menguntungkan, bukan sekadar menunggu persetujuan tanpa perlawanan.

Bahasa tubuh yang tenang dan sikap diam yang penuh keyakinan justru akan menciptakan kesan kuat.

Melatih kemampuan berbicara secara tegas dan jelas tanpa terlihat memaksa bisa membantu membangun posisi yang lebih solid sejak awal.

  1. "Menurut Anda angka saya terlalu tinggi nggak, ya?"

Saat membahas angka, sikap ragu-ragu bisa memberikan dampak yang besar.

Halaman:

Tags

Terkini