6 Kesalahan Saat Negosiasi Gaji yang Sering Dilakukan Pelamar, Akibat Tidak Riset Lebih Dulu

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 2 April 2024 | 16:12 WIB
Ilustrasi: Hindari melakukan kesalahan saat negosiasi gaji dengan rekruter. (Freepik/yanalya)
Ilustrasi: Hindari melakukan kesalahan saat negosiasi gaji dengan rekruter. (Freepik/yanalya)

PejuangKantoran.com - Tekanan saat mencari pekerjaan dan menjawab pertanyaan saat wawancara kerja terkadang membuat stress. Namun ada satu pertanyaan yang paling membuat orang bingung: membahas ekspektasi gaji.

Meskipun menegangkan, tidak nego gaji akan membuat pelamar kehilangan haknya seumur hidup. Hal ini terjadi pada hampir 20% orang yang mengaku tidak pernah bernegosiasi soal gaji.

Baca Juga: Iseng Menawarkan Diri, Lukman Sardi Akhirnya Terpilih Jadi Sutradara Glenn Fredly The Movie

Jika kamu memutuskan untuk bernegosiasi, hindari juga melakukan kesalahan yang sering dilakukan para pelamar ketika berdiskusi soal gaji menurut rekruter berpengalaman dari The Introverted Recruiter, Lee Harding.

1. Tidak riset lebih dulu

Salah satu kesalahan saat negosiasi gaji adalah tidak melakukan riset terlebih dahulu. Kamu perlu mengetahui nilai pasar dari keahlian, pengalaman, dan posisi yang kamu lamar, serta kisaran gaji dan tunjangan yang ditawarkan perusahaan dan para pesaingnya.

Hal itu akan membantu kamu menetapkan ekspektasi yang realistis dan adil, dan menghindari meminta gaji terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Baca Juga: Chief Talent Officer Deloitte SV Nathan Putuskan untuk Mengundurkan Diri Setelah 19 Tahun Mengabdi

"Banyak orang beranggapan bahwa mereka saat ini dibayar dengan ‘harga pasar’, namun harga pasar berubah dengan cepat, sehingga saat mencari pekerjaan berikutnya, kamu bisa saja dibayar 20-30 persen di bawah harga pasar," kata Harding.

2. Membocorkan informasi sebelum siap bernegosiasi

Ini kesalahan saat negosiasi gaji yang tidak bisa ditarik kembali. Jangan berbagi informasi tentang riwayat gaji, ekspektasi gaji, di mana saja kamu akan diwawancarai, dan sejauh mana proses rekrutmen kamu dengan perusahaan lain.

Memberitahu tentang perusahaan lain yang sedang mewawancarai kamu akan berisiko membuat perusahaan yang lebih kecil takut, karena tidak yakin menang dalam perang penawaran dengan perusahaan yang lebih besar.

Baca Juga: Melampiaskan Kemarahan Tidak Akan Membantu, Ini Cara Nomor Satu Untuk Mengelola Kemarahan Anda

Perusahaan mungkin juga tahu bahwa pilihan kamu terbatas, dan mereka cenderung menawar dengan harga yang lebih rendah. Mereka juga mendesak agar kamu segera mengambil keputusan sebelum kamu siap.

3. Tidak siap berdiskusi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Newsweek, LinkedIn, Fast Company

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X