PejuangKantoran.com - Kalau kamu suka merasa gelisah atau terganggu setiap kali ada telepon masuk, dan lebih suka membalas chat dalam hitungan detik, nggak usah merasa aneh.
Survei oleh More Telecom di Australia yang melibatkan 1.000 orang usia 18-26 tahun menunjukkan, hanya satu dari 10 orang yang benar-benar mau berbicara di telepon. Sedangkan 49% mengaku merasa cemas kalau ada panggilan telepon. Mereka lebih suka mengirim chat, karena bisa berpikir dulu sebelum berbicara.
Cara kita berkomunikasi sebenarnya mencerminkan cara kerja pikiran kita. Ada beberapa karakteristik kepribadian yang berhubungan dengan orang yang lebih suka chat daripada telepon.
Baca Juga: Sempat Ditutup untuk Upacara Keagamaan, Pura Lempuyang Luhur Kembali Dibuka Akhir April 2025
1. Kamu butuh waktu untuk menulis pesan yang tepat
Sebuah studi berjudul Text Or Talk? Social Anxiety, Loneliness, And Divergent Preferences For Cell Phone Use (2007), menemukan bahwa orang-orang yang sering merasa cemas atau kesepian menilai pesan teks lebih nyaman dan kurang berisiko daripada menerima panggilan telepon.
Alasannya karena menelepon menuntut jawaban yang cepat dan tidak diedit, serta energi emosional secara langsung. Orang introvert biasa lebih suka memproses secara internal, lalu baru merespons melalui pesan teks.
2. Cemas dengan apa yang akan disampaikan melalui telepon
Panggilan telepon memberi kesan ketergesa-gesaan, karena ada pesan penting yang harus segera disampaikan. Dan, sebagian orang nggak suka dengan urgency semacam ini. Mereka mencemaskan hal-hal yang tidak pasti.
Kasus “kecemasan telepon” seperti ini biasa terjadi di antara digital native yang tumbuh besar di era internet. Makanya, mereka juga nggak suka kalau mendadak harus menjawab sesuatu yang tidak pasti.
Baca Juga: Isi Lengkap Surat Wasiat Terakhir Paus Fransiskus: Makam Sederhana dan Pesan Damai untuk Dunia
3. Lebih private jika mengirim pesan teks
Kalau kamu menerima panggilan telepon, orang-orang di sekitarmu bisa mendengar apa yang kamu bicarakan. Itu nggak akan terjadi kalau kamu mengirim chat, yang dianggap bisa menjaga kerahasiaan.
Terutama dalam beberapa konteks bisnis, jauh lebih mudah bagi orang untuk mengetik pesan singkat daripada harus keluar dari ruangan untuk menerima panggilan telepon.
4. Kamu butuh riwayat percakapan sebagai bukti