Pesan teks bisa memberikan riwayat percakapan, yang dapat membantu memberikan kejelasan atau sebagai pengingat, terutama dalam situasi yang bisa menimbulkan kesalahpahaman.
Dengan adanya riwayat percakapan, kamu bisa mencarinya lagi kapan pun kamu membutuhkan, dan tidak ada risiko lupa yang mau disampaikan.
Baca Juga: Produk Minuman Herbal Kamandalu Ashitaba Menjadi UMKM Binaan BRI yang Sukses Meraih Pasar Global
5. Kamu bisa mengontrol kapan kamu bisa berkomunikasi
Orang yang lebih suka mengirim chat daripada menelepon juga ingin bisa menentukan sendiri kapan harus berkomunikasi. Mengirim chat memungkinkan penerima untuk merespons ketika mereka sudah tidak sibuk.
Mereka tidak suka didesak untuk segera menjawab, dan terkadang ingin mengonfirmasi dulu jawabannya pada orang lain.
Misalnya, ada teman yang meminta nomor telepon seseorang. Sebelum membalas chat tersebut, kamu butuh izin pada orang tersebut apakah boleh jika kamu membagikan nomornya pada orang lain.
Baca Juga: Pemakaman Paus Fransiskus dan Tradisi Penghancuran Cincin yang Sarat Makna
6. Kamu nggak suka basa-basi
Ingat kan, ada orang yang cenderung membalas chat kamu dengan “OK”, “OTW”, atau “Thx”? Ya, ini tipe yang menganggap chat lebih efisien daripada berbicara panjang-lebar. Kata-kata singkat seperti itu sudah cukup untuk memangkas basa-basi dan menghemat energi.
Apalagi, jika panggilan telepon itu terjadi ketika kamu sedang mengerjakan laporan yang butuh konsentrasi, atau meeting yang sulit diganggu.
Nah, jadi sudah paham ya, kenapa ada orang yang lebih suka mengirim chat daripada menerima panggilan telepon.